Jumat
23 Oktober 2026 | 2 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Survei Terbaru: Elektabilitas PDI Perjuangan Melesat

pdip-jatim-massa-kampanye-pdip

JAKARTA – Hasil survei terbaru yang dilakukan Indometer menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan makin melesat. Partai pemenang pemilu dua kali berturut-turut itu masih tetap teratas dengan elektabilitas 31,6 persen.

Selain PDIP, Partai Gerindra, PKS, dan PSI mengalami peningkatan. Parpol lainnya, sesuai survey Indometer, justru mengalami penurunan elektabilitas.

“Elektabilitas partai politik mengalami penurunan. Hanya empat parpol yang naik yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, PKS, dan PSI,” kata Direktur Eksekutif Survei Indometer Leonard SB dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

PDIP masih tetap unggul dengan elektabilitas 31,6 persen, naik dari 26,8 persen pada survei Juli 2020. Gerindra menyusul di urutan kedua, dengan kenaikan dari 14,1 persen menjadi 14,4 persen.

Koalisi strategis yang dibangun PDIP dan Gerindra meraup posisi dominan, belum tergoyahkan oleh parpol-parpol lain maupun yang ada di luar pemerintahan.

Menurut Leonard, di antara parpol di luar pemerintahan hanya PKS yang naik elektabilitasnya, dari 4,9 persen menjadi 5,7 persen.

Sementara itu PSI yang belum memiliki keterwakilan di Senayan bergerak naik dari 4,4 persen menjadi 4,8 persen. “Hampir semua parpol lainnya di kubu pemerintah menurun elektabilitasnya,” terang Leonard.

Pada peringkat ketiga Golkar turun dari 8,2 persen menjadi 8,0 persen. Lalu ada PKB (5,4 persen menjadi 5,1 persen), Nasdem (4,2 persen menjadi 3,6 persen), dan PPP (2,1 persen menjadi 1,9 persen).

Sementara parpol di luar pemerintah lainnya, kata dia, juga menurun, yaitu Demokrat (3,9 persen menjadi 3,2 persen) dan PAN (2,3 persen menjadi 1,1 persen).

“PAN makin anjlok setelah pendirinya Amien Rais resmi keluar dan membentuk parpol baru, Partai Ummat,” jelasnya.

Selebihnya parpol-parpol papan bawah, yaitu Perindo (0,7 persen menjadi 0,5 persen), Hanura (0,3 persen menjadi 0,4 persen), dan Berkarya (0,4 persen menjadi 0,3 persen). PKPI, PBB, dan Garuda masing-masing 0 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak menjawab (22,2 persen/19,4 persen).

Survei Indometer dilakukan pada 25 September-5 Oktober 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ini, Tiga Pesan Bupati Lukman pada Peringatan Hari Santri dan Wisuda Tahfidz Juz 30

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berharap peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tidak sekadar ...
UMKM

16 Pelaku UMKM Fatayat NU Gresik Terima Rombong Gratis dari Nila Yani

GRESIK – Sebanyak 16 pelaku UMKM dari anggota Fatayat NU Gresik mendapat bantuan rombong usaha gratis. Bantuan dari ...
KRONIK

Peringati Hari Santri, ASN Banyuwangi Kenakan Busana ala Santri Selama Sepekan

BANYUWANGI – Peringatan Hari Santri di Banyuwangi selalu mendapat perhatian lebih dari Pemkab Banyuwangi. Berbagai ...
KRONIK

HSN 2026, Bupati Fauzi Dorong Santri Kuasai Ilmu hingga Kembangkan Kewirausahaan

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mendorong para santri untuk memperkuat kualitas diri melalui ...
KRONIK

Sri Untari Ajak Emak-emak di Malang Berdoa Bersama Memohon Hujan

MALANG – Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Jawa Timur, ...
KRONIK

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Ajak Santri Terus Mengabdi untuk Negeri

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, mengajak seluruh santri untuk terus ...