Selasa
03 November 2026 | 11 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sulit Ngurus Layanan Online, Masyarakat Trenggalek Bisa Datang ke Café Ini

pdip-jatim-arifin-cpp-nggalek-06

TRENGGALEK – Mulai sekarang, masyarakat Trenggalek yang ingin mengurus layanan publik tidak susah lagi, cukup datang ke kantor Dinas Penaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jalan Panglima Sudirman Trenggalek untuk mengurus semua pelayanan masyarakat.

Layanan publik yang diberi nama Cafe Pelayanan Publik (CPP) ini kemarin dilaunching Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin.

“Ini mengintegrasikan semua pelayanan, tidak hanya yang ada pada perizinan di Dinas PTSP. Tapi, lintas sektor mulai dari kepolisian, kejaksaan, pengadilan negeri, pengadilan agama, bahkan kantor pajak pratama. Juga UPT dari Provinsi Jawa Timur yang memungut pajak dan retribusi daerah, semuanya ada di sini,” jelas Arifin, Rabu (9/6/2021).

Untuk mengakses pelayanan publik, tambah Arifin, masyarakat tidak diharuskan datang ke CPP. Sebab, CPP sifatnya hanya membantu ketika masyarakat menemui kesulitan saat mengakses layanan publik secara online.

Oleh karena itu, dia menyilakan masyarakat untuk datang ke CPP jika mendapat kesulitan atau tidak paham ketika hendak mengakses layanan publik melalui sistem digital atau online.

“Silakan datang ke sini. Tapi sebenarnya semua layanan bisa dilakukan secara online, tinggal masuk saja melalui cpp.trenggalekab.go.id,” terangnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini kemudian menjelaskan bahwa layanan secara online tersebut meliputi layanan SKCK, Adminduk, pembayaran pajak, BPJS kesehatan dan tenaga kerja, pelayanan Samsat dan perizinan.

Soal nama Cafe Pelayanan Publik, menurutnya DPMPTSP tidak hanya memberikan layanan publik semata. Lebih dari itu, DPMTSP juga melakukan sinergi dalam upaya menumbuhkan daya ungkit ekonomi lokal. “Karena di sini juga ada galeri dari produk – produk UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) Trenggalek,” beber Arifin.

Ketika masyarakat datang dan membutuhkan layanan publik di CPP, mereka bisa duduk bersantai sambil menikmati aneka sajian makanan dan minuman. “Jadi kita pinginnya pelayanan publik prima tetapi juga pemuliham ekonomi juga maksimal,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ke depan, CPP juga akan disediakan di beberapa kecamatan di seluruh Kabupaten Trenggalek. “Sampai akhir tahun ini 14 Kecamatan harus memiliki Cafe Pelayanan Publik,” kata Arifin.

Lalu, di tahun depan nantinya Arifin berharap CPP juga akan disediakan di kantor desa secara bertahap. Dia menyebut dalam hitungan dua atau tiga tahun ke depan CPP sudah tersedia di tiap kantor desa.

“Sehingga kepala desa tidak harus berada di kantor ketika menandatangani surat – surat. Jadi gak ada alasan untuk memberikan layanan sewaktu – waktu di desa,” pungkasnya. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Sri Untari Ajak Emak-emak Malang Pilah Sampah dari Rumah, Limbah Bisa Jadi Sumber Cuan

MALANG – Kesadaran memilah sampah dari rumah mulai tumbuh di kalangan warga Kota Malang setelah mengikuti ...
KRONIK

Warga Tanpa Identitas Luput dari Bansos, Widarto Sebut Kemiskinan Bukan Sekadar Angka Statistik

JEMBER – Penurunan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember sekitar 15 ribu orang dalam setahun terakhir belum ...
EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...