Selasa
21 Juli 2026 | 3 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sukses Alirkan Air Bersih untuk 250 KK di Penawungan, Pemkab Lumajang Siapkan SPAM

IMG-20250723-WA0042_copy_872x586

LUMAJANG – Dahaga ratusan kepala keluarga di Desa Penawungan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang akan air bersih, berlalu. Hal itu seiring mengalirnya sang tirta dari proyek sumur bor Pemkab Lumajang di desa setempat.

Sumur bor dibangun di atas lahan milik warga, Abah Kholil, di Dusun Curah Bindu, dengan kedalaman mencapai 98 meter. Proyek pengeboran dimulai sejak 20 Maret 2024 dan selesai 27 Agustus 2024, menggunakan dana APBD sebesar Rp 200 juta. Kini, sumur tersebut telah mengeluarkan air dan siap dimanfaatkan.

“Semoga dengan adanya sumur ini, masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati Lumajang, Bunda Indah dalam tinjauannya.

Namun bukan hanya sumur bor.  Pemerintah daerah juga menyiapkan proyek lanjutan berupa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Tahun Anggaran 2025, Pemkab Lumajang mengalokasikan anggaran sebesar Rp 770 juta untuk pembangunan dua reservoir.

Rumah pompa dan rumah panel, jaringan listrik dan pompa, serta perpipaan sepanjang 6,9 kilometer. Sebanyak 25 sambungan rumah (SR) akan menghubungkan air bersih langsung ke rumah warga.

Pembangunan SPAM akan dimulai pada 19 Agustus 2025 dan dijadwalkan rampung dalam 90 hari kalender. Proses tender telah dilalui dengan harapan pekerjaan berlangsung sesuai rencana dan membawa dampak jangka panjang.

Wakil Bupati Mas Yudha menegaskan pentingnya proyek ini bagi kesejahteraan warga. “Semoga sumur bor ini bisa membawa manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Dusun Curah Bindu dan Dusun Krajan,” katanya.

Sebagian besar warga penerima manfaat selama ini mengandalkan sumber air tadah hujan atau sumur dangkal yang tidak stabil.  Terutama saat musim kemarau.

Sumur bor dan sistem pendistribusian baru ini diyakini akan mengakhiri krisis air yang bertahun-tahun melanda wilayah tersebut.

Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menyediakan layanan dasar yang merata, inklusif, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketimpangan infrastruktur, program Setor Madu menjadi jembatan penting antara aspirasi masyarakat dan solusi konkret dari pemerintah.

Dengan hadir langsung ke lapangan, Bunda Indah dan Mas Yudha menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar wacana di atas meja, melainkan aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong Pemkot Surabaya Proaktif Cari Pimpinan Perumda yang Kompeten

Anggota Komisi B DPRD Surabaya Baktiono meminta Pemkot Surabaya proaktif mencari figur profesional berkompeten ...
HEADLINE

Hasto: Program MBG Lebih Efektif Jika Libatkan Warung dan UMKM Lokal

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai Program Makan Bergizi Gratis akan lebih efektif jika melibatkan ...
KRONIK

Dongkrak UMKM, Business Matching BEC x SCF Capai Rp 1,22 Miliar

BANYUWANGI – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar Pemkab Banyuwangi dan Sekarkijang Creative ...
EKSEKUTIF

Bupati Gresik Cup 2026, Wadah Menjaring dan Mengasah Kemampuan Atlet

GRESIK – Sebanyak 1.413 atlet resmi memulai persaingan di Bupati Gresik Cup 2026. Ajang ini sebagai wadah menjaring ...
UMKM

DPRD Kabupaten Pasuruan Kemas Produk UMKM Jadi Oleh-oleh untuk Tamu Kedinasan

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmen nyata ...