Kamis
23 Juli 2026 | 10 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Stunting Turun Drastis Tinggal 1.219, Eri Cahyadi Inginkan Surabaya Nol Kasus

pdip-jatim-220831-ec-rembuk-stunting

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, kasus stunting di Kota Surabaya menurun drastis. Tercatat, dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan signifikan dengan persentase lebih dari 90 persen.

Data Pemkot Surabaya mencatat, pada 2020 prevalensi stunting mencapai angka 12.788 kasus. Angka tersebut turun drastis pada 2021 menjadi 6.722 kasus. Selanjutnya pada 2022 per Juli stunting kembali turun menjadi 1.219 kasus.

“Jadi sebenarnya kemarin sudah kita lakukan dan kita (Surabaya) stuntingnya turun drastis. Tapi hari ini saya ingin Surabaya menuju zero stunting,” kata Eri Cahyadi usai membuka Rembuk Stunting di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Selasa (30/8/2022).

Menurutnya, untuk menuju zero stunting Pemkot Surabaya tidak bisa bekerja sendiri. Makanya, melalui Rembuk Stunting Pemkot menjalin kerja sama dengan instansi dan stakeholder terkait.

Mulai dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jatim, organisasi profesi kesehatan, serta perguruan tinggi.

Pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag). Karena sebelum pasangan menikah, sebenarnya stunting bisa dicegahan dan itu yang paling baik.

Artinya, lanjut Eri, pencegahan stunting yang dilakukan di Surabaya tak hanya saat baru balita pertama kali lahir. Namun dilakukan sebelum pasangan menikah hingga masa tumbuh kembang anak.

“Sebelum mereka (pasangan) menikah ada rapak di Kemenag. Ada surat rekomendasi juga dari lurah. Nah itu kita bisa tahu datanya siapa saja di situ,” jelasnya.

Bahkan, ketika anak sudah mengenyam pendidikan di tingkat dasar, upaya pencegahan stunting juga akan dilakukan Pemkot. Di antaranya dengan memberikan tambahan vitamin zat besi pada anak.

“Di situ kita berikan yang namanya vitamin. Karena di situ ada pemeriksaan kesehatan, mulai dari tinggi dan lingkar badan. Itu yang kita lakukan ke depan,” beber Eri.

Tak hanya itu, politisi PDI Perjuangan ini juga menyebutkan bahwa untuk memasifkan upaya pencegahan stunting, Pemkot telah menjalin kerja sama dengan seluruh rumah sakit dan bidan.

“Ketika ada kelahiran bayi, pihak rumah sakit maupun bidan akan melaporkannya ke Pemkot,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...