Selasa
13 Oktober 2026 | 3 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sri Rahayu: Pemilu Sistem Proporsional Terbuka Rugikan Caleg Perempuan

pdip-jatim-sri-rahayu-rakerda-210621-1

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Perempuan, dan Anak Sri Rahayu mengatakan pemilu bersistem proporsional terbuka atau kemenangan berdasarkan suara terbanyak merugikan calon anggota legislatif perempuan karena adanya persaingan yang ketat.

“Sistem pemilu yang sekarang dengan sistem proporsional terbuka, yaitu suara terbanyak itu sangat merugikan perempuan,” kata Sri Rahayu di Jakarta, saat menjadi narasumber webinar nasional Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertajuk Peran Partai Politik terhadap Keberhasilan Kader Perempuan di Pileg 2024 yang disiarkan di kanal YouTube Kongres Wanita Indonesia, Rabu (17/11/2021).

Untuk mengatasi kendala tersebut, lanjut Sri Rahayu, diperlukan evaluasi terhadap sistem pemilu terbuka ataupun kebijakan perubahan menjadi tertutup sehingga keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pun dapat meningkat.

Menurut dia, perempuan sering kali mengalami kekurangan dari segi persiapan logistik kampanye sebab tidak seluruhnya dapat bersikap mandiri untuk menyiapkan hal itu.

“Tidak semua perempuan atau calon anggota legislatif ini mandiri semuanya. Itulah menjadi faktor yang menimbulkan atau menyebabkan perempuan tidak bisa menjadi anggota legislatif,” jelas legislator DPR RI dari dapil 6 Jatim ini.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi perempuan saat ingin menjadi anggota legislatif adalah keberadaan budaya patriarki yang mendominasi tata nilai sosial budaya di Indonesia.

Menurutnya, gambaran tersebut dapat dilihat ketika perempuan dihadapkan pada pilihan di antara bergabung dalam dunia politik atau berpihak kepada keluarga, mereka cenderung akan memilih ataupun dituntut untuk berpihak kepada keluarga.

Ada pula kurang rasa percaya diri terhadap penilaian kemampuan dirinya yang mendominasi perempuan sehingga mereka merasa kurang mampu bersaing dengan laki-laki.

Untuk itu, dia menyarankan agar peningkatan kepercayaan diri secara berkelanjutan dapat diagendakan pula, baik oleh partai politik maupun Kowani, ke dalam program kerjanya sehingga perempuan dapat terjun ke dalam dunia politik.

“Perempuan ini harus dibuat memiliki percaya diri yang betul-betul mantap. Oleh karena itu, kami selalu mendorong kepada perempuan dalam pendidikan dan kaderisasi partai itu bagaimana bisa percaya diri sehingga kekuatan itu muncul dari dalam,” ujarnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...
KRONIK

Gelar Evaluasi Innovative Government Award, Bupati Lukman Bidik Kabupaten Terinovatif 2026

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen memperkuat inovasi daerah untuk meningkatkan ...
SEMENTARA ITU...

32 Tim Pesantren Ikuti Liga Santri Bupati Cup 2026, Rijanto Dorong Persatuan

BLITAR – Sebanyak 32 tim futsal dari pondok pesantren se-Blitar Raya mengikuti Liga Santri Bupati Cup 2026. ...
KRONIK

Traktor Bantuan APBN Diduga Menyimpang, DPRD Jember: Dinas Pertanian Tidak Bisa Memberikan Data

JEMBER – Dugaan penyimpangan bantuan traktor dari APBN 2025 di Kabupaten Jember belum terjawab. Sejumlah kelompok ...
KRONIK

Gema 111.111 Al-Waqiah di Sumenep, Bupati Fauzi Ajak ASN Perkuat Budaya Religius

SUMENEP – Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menginisiasi gerakan pembacaan bersama 111.111 kali Surat Al-Waqiah. ...
KRONIK

Atasi Kekeringan Dampak El Nino, Sonny Salurkan Bantuan Air Bersih ke Siliragung

BANYUWANGI – Dampak musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai dirasakan oleh sejumlah warga di wilayah ...