Jumat
13 Februari 2026 | 1 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Siswa Jenius Tak Boleh Unas, Fraksi PDIP Akan Adukan ke Pusat

pdip-jatim-sri-untari-sek-750x375

pdip-jatim-sri-untari-sek-750x375SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur kecewa dengan keputusan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo dan DPRD Sidoarjo terkait kasus Pato Sayyaf, siswa jenius yang dilarang ikut ujian nasional (unas) sekolah dasar (SD).

Alasan Pato tak boleh ikut unas, karena pihak sekolah, yakni SD Multilingual Anak Saleh Waru Sidoarjo tidak memiliki izin operasional.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno menyatakan kecewa, karena Pato Sayyaf disuruh pindah sekolah dan turun ke kelas 5. Padahal Pato sudah memiliki rapor kelas 6, meski usianya baru 8 tahun.

“Ini bukan keputusan yang bijak dan adil, karena kesalahan sekolah justru siswa yang dikorbankan,” kata Sri Untari, Jumat (22/4/2016).

Menurut Untari, Dinas Pendidikan Sidoarjo ikut bertanggung jawab, karena memberi legalisasi sekolah yang sudah 13 tahun tak memilik izin operasional tapi diperkenankan merekrut siswa. Bahkan saat SD Multilingual Anak Saleh Waru Sidoarjo membuka kelas akselerasi juga dibiarkan begitu saja.

“Harusnya kalau berani memberi keistimewaan, ya harus berani memberi jawaban jika ada persoalan seperti ini,” ujar Untari.

Pihaknya akan mendesak Bupati Sidoarjo supaya membikin diskresi out off the book agar anak jenius itu bisa mengikuti UN. Yang penting, tambah dia, Pato bisa ikut ujian nasional.

“Soal kekhawatiran nanti tidak ada SMP yang akan mau menerima dia jika melanjutkan sekolah, itu perlu dipikirkan lagi. Karena pihak orang tua sudah berani menjamin,” tuturnya.

Jika sampai akhir April atau awal Mei 2016 belum ada keputusan seperti yang diharapkan orang tua Pato Sayyaf, pihaknya akan mengadukan kasus ini ke presiden, dan minta supaya mendiknas turun tangan.

“Ini tugas pemerintah menjamin setiap warga negaranya berhak mendapatkan pendidikan yang layak, mencerdaskan bangsanya. Anak jenius harus diberi proteksi karena itu aset masa depan bangsa, bukan malah didegradasi,” ucap legislator yang juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Rampungkan Penjaringan Calon Ketua PAC, Kantongi 402 Nama

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro resmi merampungkan rapat pleno ...
LEGISLATIF

Kunjungi Serta Bantu Korban Bencana di Pacitan, Novita Hardini: Kebutuhan Dasar Harus Segera Dipenuhi

PACITAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan bahwa kerja politik tidak boleh berhenti di ruang ...
EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Tegaskan Muscablub Pramuka Penentu Arah Pembinaan Pemuda Blitar

BLITAR — Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar Tahun 2026 digelar sebagai ...
KRONIK

Tiba di Jeddah, Megawati Umrah bersama Prananda dan Puan Maharani

JEDDAH – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba di Jeddah, Arab ...
KABAR CABANG

Banteng Surabaya Kenang Adi Sutarwijono sebagai Kader yang Berjuang di Jalan Sunyi

SURABAYA — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya mengenang Adi Sutarwijono sebagai kader yang ...
LEGISLATIF

Atasi Masalah Sampah, DPRD Kabupaten Pasuruan Dalami Tata Kelola Bank Sampah di Malang

KOTA ​MALANG – Masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) masih menjadi tantangan besar bagi ...