Jumat
21 Agustus 2026 | 12 : 10

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Silaturahmi dengan Penggagas Hari Santri, Ganjar: Kita Berbincang Soal Bagaimana Berbangsa dan Bernegara

pdip-jatim-240131-gp-penggagas-hari-santri-1

MALANG – Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo bersilaturahmi dengan penggagas Hari Santri Nasional sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam, Gus Thoriq Bin Ziyad, Kamis (30/1/2024).

Agenda pertemuan di kompleks Pondok Pesantren Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang ini membahas tentang santri dan pesantren di mata pemerintah.

Ganjar tiba di pondok pesantren yang pernah dikunjungi Presiden RI Joko Widodo pada tahun 2014 tersebut sekitar pukul 17.30 WIB. Kedatangan Ganjar disambut hangat oleh Gus Thoriq, yang juga memberikan sorban berwarna merah untuk Ganjar.

Gus Thoriq merupakan tokoh pengusul 1 Muharam yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam, menjadi Hari Santri Nasional kepada Presiden Jokowi. Usulan itu disampaikan Gus Thoriq saat Jokowi mengunjungi Pondok Pesantren Babussalam pada 2014 silam.

“Pikiran-pikiran beliau (Gus Thoriq) sangat jernih, dan bahkan tidak banyak yang tahu ternyata diskusi awal Hari Santri itu dari tempat beliau,” kata Ganjar.

Baca juga: Ngobrol Bareng Gen Z di Malang, Ganjar: Terkonfirmasi Program Ganjar-Mahfud Betul-betul Dibutuhkan Masyarakat

Selain Silaturahmi dan Rembuk Kebangsaan bersama Kiai Kampung Se-Malang Raya, kunjungan ini sebagai ajang dialog dengan para tokoh agama dan ulama.

Ganjar juga minta saran maupun nasihat di tengah hiruk pikuk kontestasi politik kepada Gus Thoriq.

“Hari ini kita berbincang soal bagaimana berbangsa dan bernegara. Beliau concern betul pada soal kebangsaan. Maka menjadi penting buat saya tokoh-tokoh seperti beliau bisa jadi narasumber untuk bisa memberikan masukan,” ujarnya.

Sementara, kepada awak media, Gus Thoriq sempat mengatakan kepada awak media bahwa dirinya akan mengusulkan untuk mendorong santri agar didefinisikan sebagai insan taat Republik Indonesia. Hal ini mengacu kepada sejarah kemerdekaan Republik Indonesia yang diperjuangkan oleh para santri.

“Kami ingin pemimpin ke depan ini menegaskan atau memberi definisi yang diterima dan ditetapkan oleh negara bahwa santri adalah insan taat Republik Indonesia,” kata Gus Thoriq.

Sebelumnya, pada tahun 2014, Gus Thoriq mengusulkan Hari Santri Nasional kepada Joko Widodo yang saat itu masih menjadi calon presiden. Pria yang akrab dipanggil Jokowi itu kemudian menandatangani kontrak politik untuk mencetuskan adanya Hari Santri Nasional. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Semifinal Soekarno Cup 2026 Hari Ini, Wasit Liga 1 dan VAR Pastikan Laga Berjalan Profesional

SURABAYA – Semifinal Soekarno Cup 2026 digelar hari ini di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, dengan standar ...
SEMENTARA ITU...

Forkopimda Patroli Bersama, Syaifuddin Ajak Arek-arek Suroboyo Jaga Kota Tetap Kondusif

SURABAYA – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya kembali turun bersama melakukan ...
EKSEKUTIF

OJK Apresiasi Sangu Sampah Mas Ipin, Gabungkan Edukasi Lingkungan dan Menabung

OJK mengapresiasi program Sangu Sampah Mas Ipin di Trenggalek yang menggabungkan edukasi lingkungan, pengelolaan ...
HEADLINE

Semifinal-Final Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan VAR

SURABAYA – Soekarno Cup 2026 meningkatkan standar penyelenggaraan pertandingan dengan menggunakan wasit Liga 1 ...
KRONIK

Lepas Peserta Karnaval TK-PAUD se-Pohjentrek, Muhamad Zaini Ajak Kenalkan Budaya Sejak Dini

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini, secara resmi membuka dan memberangkatkan ...
EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...