NGAWI – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Black Hoe Budianto, menyiapkan perahu khusus untuk kebutuhan evakuasi darurat di Kabupaten Ngawi. Perahu yang tengah dalam tahap finishing ini akan segera diluncurkan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.
Inisiatif pembuatan perahu evakuasi ini berangkat dari kondisi geografis Kabupaten Ngawi yang dilalui dua aliran sungai besar, yakni Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. Kedua sungai tersebut berpotensi menimbulkan banjir yang mengancam masyarakat setempat.
“Tidak dapat dipungkiri, wilayah Kabupaten Ngawi setiap tahun mengalami banjir. Nantinya perahu ini akan digunakan untuk penanggulangan bencana banjir,” ungkap Agus Black Hoe, Selasa (3/6/2025).
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Pada pertengahan tahun 2007, banjir besar pernah melanda Kabupaten Ngawi hingga memutus akses ke sebagian wilayah. Pengalaman pahit tersebut menjadi pelajaran penting untuk melakukan langkah-langkah mitigasi bencana yang lebih baik.
“Meskipun kami tetap berharap aliran air Sungai Bengawan Solo dan Madiun tidak sampai menyebabkan banjir, namun kita harus tetap siap dengan segala kemungkinan,” tambahnya.
Selain untuk penanggulangan bencana banjir, perahu ini juga dirancang untuk mendukung operasi penyelamatan dalam situasi darurat lainnya.

Agus Black Hoe menjelaskan bahwa perahu akan digunakan untuk membantu proses evakuasi korban tenggelam atau kecelakaan air lainnya.
“Intinya agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. Ini menjadi inovasi dari kader-kader PDI Perjuangan agar terus bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam penanggulangan bencana,” jelasnya.
Gagasan perahu penanggulangan bencana ini ternyata terinspirasi dari Mbah Marno Peyok, salah satu senior PDI Perjuangan di Kabupaten Magetan. Menurut Agus Black Hoe, ide tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Ngawi.
“Atas saran dan petunjuk beliau, perahu ini nantinya akan dicat warna merah dan diberi logo PDI Perjuangan serta BMI. Perahu juga akan dilengkapi dengan mesin untuk mempermudah operasional,” papar Agus Black Hoe Budianto.(and/hs)