Senin
06 Juli 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Serahkan Gamelan, Novita Hardini Ajak Generasi Muda Trenggalek Cintai Tari Jaranan

pdip-portal-1771243536756

TRENGGALEK – Upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal terus didorong Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini. Salah satunya melalui penyerahan satu set gamelan kepada Kelompok Budaya Turonggo Yakso di Kecamatan Dongko, Kamis pekan lalu.

Bantuan yang berasal dari program CSR Bank BRI Cabang Trenggalek atas aspirasi Novita Hardini tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara dunia usaha dan pelestarian budaya daerah, sekaligus dorongan agar anak-anak muda semakin dekat dengan kesenian tradisional.

Dalam keterangannya, Senin (16/2/2026), legislator perempuan satu-satunya dari Dapil VII Jawa Timur itu menegaskan bahwa gamelan bukan sekadar alat musik, melainkan simbol peradaban sekaligus identitas budaya masyarakat Trenggalek.

“Harapan saya, gamelan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kreativitas para pelaku seni di Dongko. Ini bukan hanya tentang budaya, tetapi juga tentang masa depan generasi muda,” ujarnya.

Menurut Novita, keberadaan perangkat gamelan baru diharapkan mampu menambah semangat anak-anak dan remaja untuk belajar serta mencintai budaya asli daerah, khususnya tari Jaranan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Trenggalek.

Saat ini, Kelompok Budaya Turonggo Yakso telah membina lebih dari 400 anak didik.

Pengurus sanggar menyebutkan, tambahan gamelan sangat membantu proses latihan sekaligus meningkatkan kualitas pertunjukan.

Mereka juga berharap adanya dukungan lanjutan untuk pembenahan infrastruktur, terutama atap bangunan yang masih berbahan bambu.

Novita, yang dikenal aktif mendorong pemberdayaan UMKM dan industri kreatif, menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat ekonomi kreatif berbasis budaya di Dongko.

Selain latihan seni, sanggar dapat dimanfaatkan untuk pelatihan pembuatan ornamen Jaranan maupun produk budaya lain yang memiliki nilai ekonomi.

“Budaya harus hidup dan memberi manfaat ekonomi. Sanggar ini bisa menjadi pusat kreativitas sekaligus pusat ekonomi kreatif masyarakat Dongko,” tegasnya.

Melalui dukungan tersebut, ia berharap pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi rakyat, sehingga generasi muda tidak hanya bangga terhadap tradisinya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai sumber kesejahteraan di masa depan. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kolaborasi Unair-Pemkab Banyuwangi, Perkuat Pendidikan Dokter Spesialis dan Layanan Kesehatan

BANYUWANGI – Universitas Airlangga (Unair) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ...
LEGISLATIF

Reses Erna Sujarwati, Warga Minta Pengerukan Sungai Keradenanrejo dan Sidomlangean

LAMONGAN – Agenda reses anggota legislatif bukan sekadar pemenuhan kewajiban formal, melainkan ruang krusial untuk ...
UMKM

Turnamen Sepak bola Tarkam di Kabupaten Pasuruan Selesai, Pedagang Es Jus Raup Laba Jutaan

KABUPATEN PASURUAN – Turnamen sepak bola antar-kampung (tarkam) bergengsi, Bulat Cup 2026 Piala Bupati, resmi ...
LEGISLATIF

Ketua DPRD Kota Malang Minta Pembangunan Koperasi Merah Putih Tak Korbankan RTH dan LSD

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani meminta pembangunan Koperasi Merah Putih tidak mengorbankan Ruang ...
KRONIK

Gelar Jalan Sehat dan Senam, Jatmiko Ajak Masyarakat Kuatkan Semangat Berdikari

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Jatmiko Dwijo Seputro, menggelar kegiatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Dorong Sport Center Potro Agung Dikelola Mandiri agar Tak Bebani APBD

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong Sport Center Potro Agung dikelola mandiri oleh masyarakat agar biaya ...