SURABAYA – Kota Surabaya kembali mencatatkan sejarah dalam panggung diplomasi internasional.
Sebagai bagian dari rangkaian Peringatan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA), 17 negara hadir di Balai Kota Surabaya pada Jumat (31/10/2025) lalu.
Semangat kebersamaan antarbangsa yang dulu digelorakan oleh Presiden Soekarno kini kembali dihidupkan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut langsung para delegasi dari berbagai negara tersebut.
Dalam sambutannya, Eri menegaskan bahwa Surabaya bukan hanya kota bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, tapi juga bagian penting dari perjalanan diplomasi dunia yang digagas Bung Karno.
“Beliau memandang konferensi tersebut sebagai cara untuk memerangi imperialisme dan kolonialisme yang sedang berlangsung, dan untuk menyatukan negara-negara Asia dan Afrika yang baru merdeka untuk memperjuangkan kedaulatan dan perdamaian dunia,” ujar Eri Cahyadi.
Menurutnya, Soekarno dan Surabaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Di kota inilah benih nasionalisme dan semangat perlawanan tumbuh dalam diri sang proklamator.
“Surabaya juga merupakan kota tempat ia belajar dengan HOS Tjokroaminoto, yang dikenal sebagai Raja Tanpa Mahkota Jawa. Di masa remajanya di Surabaya, Soekarno mengasah kemampuannya dan menjadi dekat dengan tokoh-tokoh terkemuka dari gerakan nasional,” papar pria yang akrab disapa Cak Eri itu.
Dia menilai, penyelenggaraan peringatan 70 Tahun KAA di Surabaya adalah bentuk pengakuan terhadap peran kota ini dalam membentuk karakter dan visi kepemimpinan Soekarno.
“Surabaya menjadi salah satu kota yang tepat untuk merayakan peringatan bersejarah ini dan menjadi bagian rangkaian acara peringatan 70 Tahun KAA,” ujarnya.
Cak Eri berharap, semangat yang dulu menyatukan bangsa-bangsa Asia-Afrika dapat kembali menginspirasi generasi muda.
Nilai-nilai perjuangan, keberanian, dan solidaritas yang dihidupkan Soekarno harus menjadi pijakan dalam membangun perdamaian dunia modern.
“Saya berharap, diselenggarakannya peringatan ini bisa menjadi pengingat semangat perjuangan dan menyalakan kembali nilai-nilai KAA untuk memperkuat kolaborasi, memperluas persahabatan, dan memimpin dunia menuju perdamaian dan kemajuan bersama,” tutur Eri.
Acara bersejarah ini dihadiri perwakilan dari India, Senegal, Serbia, Prancis, Rusia, Italia, Jerman, Kamerun, Amerika, Malaysia, Tiongkok, Brasil, Kazakhstan, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Indonesia.
“Saya berharap para tamu yang hadir bisa menikmati suasana Surabaya, kota yang selalu bergerak maju dengan semangat, Membangun Menuju Kota Dunia ke depannya,” pungkasnya. (red)
Sumber: radarsurabaya
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










