Rabu
16 September 2026 | 6 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Selalu Jadi Ancaman Banjir, Andreas Dorong Normalisasi Hulu Sungai Brantas

pdip-jatim-211117-andreas-batu

BATU – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengatakan, normalisasi Sungai Brantas tidak dapat ditunda lagi.

Sebab banjir bandang di Bumiaji, Kota Batu beberapa waktu lalu menjadi pelajaran berharga bahwa kondisi bantaran Sungai Brantas akan selalu mendatangkan ancaman banjir saat musim hujan apabila tidak mendapat perhatian khusus.

Andrean mengungkapkan, di beberapa titik sungai Brantas di wilayah Kota Batu telah terjadi pemanfaatan lahan yang tidak semestinya seperti untuk lahan menanam sayuran.

Sementara karakter tanaman sayuran yang bersifat musiman sangat tidak mendukung dalam penyelamatan sungai karena rentan longsor dan banjir.

“Seharusnya di sisi sungai ditanami tanaman keras sehingga akarnya kuat menahan longsor dan daunnya akan menahan guyuran air hujan,” kata Andreas saat penyerahan bantuan material dari Program Sosial Bank Indonesia (BI) dan bantuan Sembako dari Bank Mandiri di Batu, Selasa (16/11/2021).

Legislator DPR RI dari dapil Malang Raya ini mengusulkan agar di sekitar hulu sungai dapat ditanami pohon buah-buahan atau tanaman hutan yang memiliki akar kuat dan dapat mengikat tanah.

Sehingga ketika hujan turun, tanah tidak mudah tergerus air dan longsor ke dalam sungai, yang kemudian dapat menyebabkan banjir.

Selain penyalahgunaan lahan, beber Andreas, persoalan hunian di bantaran, sampah plastik dan pencemaran merupakan sederet permasalahan di beberapa titik aliran Sungai Brantas.

“Normalisasi Sungai Brantas tidak bisa dilakukan secara cepat namun harus secara terencana dan terintegrasi oleh pihak-pihak terkait,”ujarnya.

Sebagai wakil rakyat mewakili warga Malang Raya, Andreas menyatakan akan membantu secara maksimal penanganan atau normalisasi hulu Sungai Brantas.

Sementara Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengungkapkan, Pemkot Batu juga tengah menyiapkan skema penanganan untuk jangka panjang. Salah satunya dengan tidak membangun kembali rumah yang ada di bantaran sungai.

Pihaknya juga tengah menyiapkan opsi relokasi. Warga terdampak akan dibangunkan hunian atau permukiman sementara di lokasi yang jauh dari kawasan sungai.

”Lahan relokasi juga sudah kami siapkan, ada di Desa Bulukerto. Tapi titiknya masih akan kami tentukan lagi,” sebutnya.

Dewanti sepakat dengan Andreas bahwa untuk normalisasi sungai ini butuh waktu lama karena berkaitan dengan lahan pemukiman warga. ”Harus koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), dengan warga,” terang Dewanti. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...