Sabtu
17 Oktober 2026 | 9 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekolah Rakyat Garda Puti, Misi Cerdaskan dan Pembekalan Ketrampilan Khusus Anak Pinggiran Surabaya

pdip-jatim-241228-sr-garda-puti

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI yang juga cucu Presiden Pertama RI, Puti Guntur Soekarno, terus menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan generasi muda Indonesia.

Melalui inisiatif relawan Garda Puti, dia mendirikan Sekolah Rakyat, sebuah wadah pendidikan untuk anak-anak di wilayah pinggiran Surabaya.

Program ini menjadi upaya nyata untuk mendekatkan pendidikan berkualitas kepada mereka yang membutuhkan.

Sekolah Rakyat secara resmi diluncurkan Aliyudin, tenaga ahli Puti Guntur, di hadapan mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya, seperti Unair, Unesa, UPN, Untag Surabaya, dan UWKS.

Para mahasiswa ini bertekad membantu anak-anak usia sekolah dalam mengembangkan kecerdasan dan keterampilan lunak (soft skills) mereka.

“Sekolah Rakyat adalah inisiatif dari relawan Garda Puti atas amanah dari Mbak Puti Guntur Soekarno. Mbak Puti selalu mendorong relawan untuk turun langsung ke masyarakat dan membantu mereka,” ujar Aliyudin.

Dia menambahkan bahwa sebelumnya relawan Garda Puti telah aktif menyalurkan berbagai bantuan beasiswa, seperti KIP, PIP, dan program pendidikan lainnya.

Kini, melalui Sekolah Rakyat, mereka menciptakan ruang pengabdian baru, terutama bagi relawan yang berasal dari kalangan mahasiswa.

Relawan mahasiswa ini memberikan pembelajaran interaktif kepada siswa SD dan SMP, menggabungkan konsep bermain dan pengembangan soft skills.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar bimbingan belajar, tetapi juga tempat di mana anak-anak mendapatkan keterampilan hidup yang bermanfaat,” jelas Aliyudin.

Saat ini, sudah ada sekitar 10 wilayah pinggiran di Surabaya yang siap dijangkau program ini. Para relawan akan aktif memberikan pendampingan, pengajaran, dan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan anak-anak di sana.

Rusalle, Ketua Sekolah Rakyat, menekankan pentingnya program ini dalam menekan angka buta huruf di Jawa Timur.
“Kami hadir untuk ikut mencerdaskan anak-anak bangsa, khususnya mereka yang belum mendapatkan akses pendidikan memadai,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia berharap Sekolah Rakyat bisa terus berkembang dengan kontribusi dari para mahasiswa yang memiliki keterampilan khusus.

“Banyak relawan yang mahir dalam public speaking, bisnis, atau keterampilan lainnya. Ilmu-ilmu ini akan mereka ajarkan kepada siswa,” tambah Rusalle.

Dengan dukungan mahasiswa dan relawan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi tonggak perubahan bagi pendidikan di wilayah pinggiran Surabaya.

Komitmen ini tidak hanya membawa harapan baru bagi anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi generasi muda dalam membangun bangsa. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...