Sabtu
26 September 2026 | 6 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sedekah Bumi di Desa Dayurejo, Kearifan Lokal Hingga Cerita Bung Karno Bermeditasi di Batu Kursi

IMG-20250630-WA0012_copy_592x416

KABUPATEN PASURUAN – Gegap gempita warga Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dalam acara sedekah bumi, Minggu (29/6/2025).

Berbagai acara digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan kemakmuran desa. Mulai dari karnaval menampilkan berbagai atraksi seni, menyuguhkan tumpeng dari masing-masing dusun hingga doa bersama.

Untuk kesenian seperti pagelaran Reog Ponorogo, seni tari, hingga atraksi buday. Juga pawai ancak atau tumpeng berisi hasil bumi dan makanan yang kemudian diperebutkan oleh warga.

Ada 32 Ancak yang dipersebembahkan dan akan diperebutkan oleh warga. semua ancak merupakan persembahan  dari warga di enam dusun yang ada di Desa Dayurejo, diantaranya Dusun Dayu, Dusun Lebaksari, Dusun Gutean, Dusun Klata’an, Dusun Talunongko, dan Dusun Gamoh.

Ancak di arak dan diberangkatkan dari setiap dusun masing-masing, dengan di iringi musik drumband dan petasan untuk meramaikan acara pengarakan.

Tradisi turun temurun ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, tepat di bulan Ruwah (penanggalan Jawa) yang bertepatan dengan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Heru Veri Nur Cahya, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi antusiasme warga dalam melestarikan tradisi sedekah bumi.

“Ini harus terus dilestarikan karena selain menumbuhkan kebersamaan, juga memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Heru Veri.

Batu Kursi
Di Desa Dayurejo, tepatnya Dusun Talunongko, terdapat destinasi yang tersohor, yakni pertapan Indrokilo.

Melansir perhutani.co.id, kawasan pertapaan Indrokilo begitu luas. Ada banyak situs bersejarah di sana. Mulai puluhan arca hingga tatanan batu andesit berbentuk candi yang tersebar di 11 lokasi yang terpisah.

Di antaranya, Candi Celeng Srenggi, Dewi Suprobowati, Satrio Panggung atau Aruman, Mbah Warok, dan Candi Laras.

Selain deretan candi, di sana terdapat sebuah batu kursi. Disebut begitu karena bentuknya menyerupai kursi yang menghadap matahari terbit.

“Bahkan, menurut keterangan warga, batu kursi itu sering ditempati Soekarno (Bung Karno), proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama RI, untuk menimba ilmu serta bermeditasi,” tulis perhutani.co.id (dfr/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kenangan Didik Nurhadi Bersama Guruh Soekarnoputra: Pesan PIP hingga Tolak Politik Uang

Didik Nurhadi mengenang kedekatannya dengan Guruh Soekarnoputra sejak 2014 sebagai Ketua BAGUS. Ia mengingat pesan ...
KRONIK

Geger Benda Purbakala Hilang, DPRD Sebut Jember Darurat Cagar Budaya

JEMBER – Dua batu yoni hilang dari Situs Pocangan, Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, Jember. Ketua Komisi B DPRD ...
LEGISLATIF

Komisi III DPRD Ngawi Pantau Pembangunan Pasar Beran

NGAWI – Pembangunan Pasar Beran di Desa Beran, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mendapat perhatian dari Komisi III ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Libatkan Gen Z dalam Refleksi Perobekan Bendera 2026

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan Generasi Z (Gen Z), mulai pelajar SMP hingga SMA, dalam ...
KRONIK

Fraksi PDIP DPRD Jatim Berduka, Renny: Kibarkan Bendera Partai Setengah Tiang untuk Guruh Soekarnoputra

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra. ...
KABAR CABANG

Guruh Soekarnoputra Wafat, DPC PDI Perjuangan Kota Madiun Sampaikan Duka Cita 

MADIUN – Kabar duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan. Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang ...