Kamis
11 Juni 2026 | 12 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sedekah Bumi di Desa Dayurejo, Kearifan Lokal Hingga Cerita Bung Karno Bermeditasi di Batu Kursi

IMG-20250630-WA0012_copy_592x416

KABUPATEN PASURUAN – Gegap gempita warga Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dalam acara sedekah bumi, Minggu (29/6/2025).

Berbagai acara digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan kemakmuran desa. Mulai dari karnaval menampilkan berbagai atraksi seni, menyuguhkan tumpeng dari masing-masing dusun hingga doa bersama.

Untuk kesenian seperti pagelaran Reog Ponorogo, seni tari, hingga atraksi buday. Juga pawai ancak atau tumpeng berisi hasil bumi dan makanan yang kemudian diperebutkan oleh warga.

Ada 32 Ancak yang dipersebembahkan dan akan diperebutkan oleh warga. semua ancak merupakan persembahan  dari warga di enam dusun yang ada di Desa Dayurejo, diantaranya Dusun Dayu, Dusun Lebaksari, Dusun Gutean, Dusun Klata’an, Dusun Talunongko, dan Dusun Gamoh.

Ancak di arak dan diberangkatkan dari setiap dusun masing-masing, dengan di iringi musik drumband dan petasan untuk meramaikan acara pengarakan.

Tradisi turun temurun ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, tepat di bulan Ruwah (penanggalan Jawa) yang bertepatan dengan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Heru Veri Nur Cahya, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi antusiasme warga dalam melestarikan tradisi sedekah bumi.

“Ini harus terus dilestarikan karena selain menumbuhkan kebersamaan, juga memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Heru Veri.

Batu Kursi
Di Desa Dayurejo, tepatnya Dusun Talunongko, terdapat destinasi yang tersohor, yakni pertapan Indrokilo.

Melansir perhutani.co.id, kawasan pertapaan Indrokilo begitu luas. Ada banyak situs bersejarah di sana. Mulai puluhan arca hingga tatanan batu andesit berbentuk candi yang tersebar di 11 lokasi yang terpisah.

Di antaranya, Candi Celeng Srenggi, Dewi Suprobowati, Satrio Panggung atau Aruman, Mbah Warok, dan Candi Laras.

Selain deretan candi, di sana terdapat sebuah batu kursi. Disebut begitu karena bentuknya menyerupai kursi yang menghadap matahari terbit.

“Bahkan, menurut keterangan warga, batu kursi itu sering ditempati Soekarno (Bung Karno), proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama RI, untuk menimba ilmu serta bermeditasi,” tulis perhutani.co.id (dfr/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah: Pemerintah Harus Terbuka terhadap Kritik di Tengah Tekanan Rupiah dan IHSG

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah meminta pemerintah membuka diri terhadap kritik di tengah pelemahan rupiah dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion GDJ Kediri Dikebut, Mas Dhito Bidik Bisa Digunakan pada 2027

Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan Rp57 miliar untuk melanjutkan pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati ...
SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...