Sabtu
13 Juni 2026 | 8 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sedekah Bumi di Desa Dayurejo, Kearifan Lokal Hingga Cerita Bung Karno Bermeditasi di Batu Kursi

IMG-20250630-WA0012_copy_592x416

KABUPATEN PASURUAN – Gegap gempita warga Desa Dayurejo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan dalam acara sedekah bumi, Minggu (29/6/2025).

Berbagai acara digelar sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan kemakmuran desa. Mulai dari karnaval menampilkan berbagai atraksi seni, menyuguhkan tumpeng dari masing-masing dusun hingga doa bersama.

Untuk kesenian seperti pagelaran Reog Ponorogo, seni tari, hingga atraksi buday. Juga pawai ancak atau tumpeng berisi hasil bumi dan makanan yang kemudian diperebutkan oleh warga.

Ada 32 Ancak yang dipersebembahkan dan akan diperebutkan oleh warga. semua ancak merupakan persembahan  dari warga di enam dusun yang ada di Desa Dayurejo, diantaranya Dusun Dayu, Dusun Lebaksari, Dusun Gutean, Dusun Klata’an, Dusun Talunongko, dan Dusun Gamoh.

Ancak di arak dan diberangkatkan dari setiap dusun masing-masing, dengan di iringi musik drumband dan petasan untuk meramaikan acara pengarakan.

Tradisi turun temurun ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali, tepat di bulan Ruwah (penanggalan Jawa) yang bertepatan dengan bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah.

Heru Veri Nur Cahya, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, mengapresiasi antusiasme warga dalam melestarikan tradisi sedekah bumi.

“Ini harus terus dilestarikan karena selain menumbuhkan kebersamaan, juga memperkuat identitas budaya daerah,” ujar Heru Veri.

Batu Kursi
Di Desa Dayurejo, tepatnya Dusun Talunongko, terdapat destinasi yang tersohor, yakni pertapan Indrokilo.

Melansir perhutani.co.id, kawasan pertapaan Indrokilo begitu luas. Ada banyak situs bersejarah di sana. Mulai puluhan arca hingga tatanan batu andesit berbentuk candi yang tersebar di 11 lokasi yang terpisah.

Di antaranya, Candi Celeng Srenggi, Dewi Suprobowati, Satrio Panggung atau Aruman, Mbah Warok, dan Candi Laras.

Selain deretan candi, di sana terdapat sebuah batu kursi. Disebut begitu karena bentuknya menyerupai kursi yang menghadap matahari terbit.

“Bahkan, menurut keterangan warga, batu kursi itu sering ditempati Soekarno (Bung Karno), proklamator kemerdekaan sekaligus presiden pertama RI, untuk menimba ilmu serta bermeditasi,” tulis perhutani.co.id (dfr/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

231 Pengurus PAC Se-Lumajang Dilantik, Komposisi Kader Gen Z dan Perempuan Capai 78 Persen

LUMAJANG – DPC PDI Perjuangan Lumajang menggelar proses pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan ...
HEADLINE

Puncak Bulan Bung Karno 2026, Megawati Resmikan Hasil Renovasi Istana Gebang di Blitar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan meresmikan hasil renovasi Istana Gebang di Blitar pada ...
KABAR CABANG

Warga Sumberbiru Berterima Kasih, PDIP Bondowoso Salurkan Air Bersih Saat Kemarau

Warga Dusun Sumberbiru, Bondowoso, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih dan sembako dari DPC PDI ...
KABAR CABANG

Pagelaran Wayang “Wahyu Pancasila” Diserbu Ribuan Warga Bumi Bung Karno 

Ribuan warga memadati pagelaran wayang kulit “Wahyu Pancasila” di Kelurahan Kaweron, Talun, Blitar. Guntur Wahono ...
KRONIK

Evaluasi Layanan Haji 2026, Hj. Ansari Soroti Fasilitas Hotel dan Transportasi

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, memberikan sejumlah catatan kritis terkait penyelenggaraan ...
SEMENTARA ITU...

Majelis Ngadem Kedungadem Ngaji Pemikiran Bung Karno

BOJONEGORO – Keberpihakan kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan menjadi tema utama dalam Kajian Majelis ...