Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bullying dan pergaulan bebas harus dicegah di kalangan pelajar. Ia menyebut masa depan Kediri berada di tangan generasi muda.
KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan tidak boleh ada ruang bagi bullying dan pergaulan bebas di kalangan pelajar. Menurutnya, dua persoalan tersebut dapat mengganggu masa depan generasi muda yang kelak menjadi penentu arah Kabupaten Kediri.
Pesan itu disampaikan Mas Dhito saat memberangkatkan peserta Lomba Baris Berbaris (LBB) tingkat SMA di Lapangan Depan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Selasa (11/8/2026).
Di hadapan para pelajar, Mas Dhito menyebut masih mendengar adanya kasus bullying dan pergaulan bebas yang melibatkan anak usia SMA. Karena itu, ia meminta persoalan tersebut menjadi perhatian bersama, termasuk sekolah dan pemerintah.
Khusus persoalan bullying, Mas Dhito mengatakan Pemkab Kediri akan berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Hal ini karena jenjang SMA berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Saya akan menyampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, kalau ada bullying saya minta (pelakunya) untuk di-drop out,” tegasnya seusai memberangkatkan peserta LBB.
Menurut Mas Dhito, penanganan bullying harus dilakukan secara serius agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di lingkungan pendidikan.

Selain bullying, perhatian juga diarahkan pada persoalan pergaulan bebas.
Mas Dhito menyebut salah satu indikator yang menunjukkan masih adanya persoalan tersebut adalah meningkatnya angka dispensasi pernikahan dini di Kabupaten Kediri.
Karena itu, ia mengingatkan para peserta LBB agar mampu menjaga diri dan tidak terjebak pada perilaku yang dapat mengganggu masa depan mereka.
Bagi Mas Dhito, persoalan tersebut bukan semata urusan pribadi para pelajar. Ada masa depan Kabupaten Kediri yang ikut dipertaruhkan.
“Nasib kabupaten ini ada di tangan panjenengan semua,” kata Mas Dhito kepada para peserta LBB dalam sambutannya.
Bupati berusia 34 tahun itu menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan wajah Kabupaten Kediri pada masa mendatang. Karena itu, lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman untuk belajar, berkembang dan membangun karakter.
Sementara itu, LBB menjadi salah satu kegiatan rutin yang mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Tahun ini, jumlah peserta mengalami peningkatan.

Untuk tingkat SD, LBB diikuti 52 pleton. Sedangkan tingkat SMP dan SMA masing-masing diikuti 120 dan 172 pleton.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muksin mengatakan peningkatan jumlah peserta membuat pelaksanaan LBB tahun ini berlangsung lebih meriah.
“Untuk SMA ada peningkatan, tahun kemarin 110 regu, tahun ini sekitar 120 regu,” katanya.
Di tengah barisan yang rapi dan langkah yang seragam itu, pesan Mas Dhito menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya soal disiplin dan prestasi.
Ada karakter yang harus dijaga.
Ada masa depan yang harus disiapkan.
Dan bagi Kabupaten Kediri, masa depan itu berada di tangan anak-anak muda yang hari ini berdiri dalam barisan. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













