SIDOARJO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Indah Kurnia menegaskan, setiap warga negara memiliki peran strategis dalam membangun bangsa sesuai kapasitas dan profesinya masing-masing. Menurutnya, kontribusi sederhana yang dilakukan secara konsisten jauh lebih bermakna daripada memicu konflik sosial di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Indah saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Gedung Maerokotjo, Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu pekan kemarin. Kegiatan tersebut diikuti ratusan warga dari Kecamatan Waru dan Gedangan.
Indah mengatakan, derasnya arus informasi melalui media sosial membuat masyarakat harus semakin selektif dalam menyaring setiap informasi yang diterima. Sebab, berita bohong atau hoaks yang tidak diverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman hingga memecah kerukunan masyarakat.
Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi derasnya arus disinformasi. Pengamalan nilai Pancasila, kata Indah, dapat dimulai dari lingkungan paling kecil melalui tindakan nyata sehari-hari.
“Mari kita jaga kerukunan, tetap guyub, dan mengaplikasikan nilai-nilai empat pilar. Mulai dari bergotong royong, saling berbagi, memelihara toleransi, hingga mencintai Tanah Air,” ujar Indah Kurnia, dikutip Senin (28/9/2026).
Ia menekankan, membangun bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui tindakan besar. Setiap orang dapat memberikan kontribusi sesuai kemampuan, pekerjaan maupun lingkungan masing-masing.
“Berbakti kepada negeri bisa lewat cara kita masing-masing. Jika belum mampu memberi kontribusi besar, minimal jangan membuat masalah atau keburukan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Indah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial. Setiap informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan pertentangan di tengah masyarakat, perlu diperiksa kebenarannya sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
Menurutnya, sikap kritis terhadap informasi merupakan bagian dari pengamalan nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi digital.
Karena itu, masyarakat tidak hanya dituntut memahami nilai Pancasila, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital.
Menjaga kerukunan, saling menghormati, bergotong royong dan tidak menyebarkan informasi yang belum teruji, menurut Indah, merupakan bentuk kontribusi nyata warga negara dalam menjaga persatuan.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari peserta. Ayu, salah satu perwakilan warga Kecamatan Waru, menilai kegiatan edukasi kebangsaan seperti Sosialisasi 4 Pilar penting dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk generasi muda.
“Anak muda perlu terus disapa dengan kegiatan seperti ini agar mereka paham Pancasila dan tidak kehilangan arah di tengah masifnya informasi media sosial,” ungkap Ayu.
Melalui kegiatan tersebut, Indah Kurnia berharap masyarakat Sidoarjo semakin solid dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Ia juga mendorong warga membudayakan sikap kritis dengan menyaring informasi terlebih dahulu sebelum mempercayai maupun membagikannya kepada publik.
Dengan demikian, nilai-nilai kebangsaan tidak berhenti sebagai pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata setiap warga dalam kehidupan bermasyarakat. (red)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










