Selasa
28 April 2026 | 7 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambangi Penderita Tumor Ganas, Tatit: Pemerintah Harus Hadir

pdip-jatim-tatit-041220

NGANJUK – Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengupayakan agar Mohammad Nur Rahman (16), penderita tumor ganas di bagian lehernya, agar mendapat layanan pengobatan di RSUD Nganjuk.

Itu dia sampaikan saat melihat langsung kondisi Nur Rohman di rumahnya, di Dusun Awar-Awar RT 02 RW 03 Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, kemarin.

Wakil rakyat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Nganjuk ini juga langsung menelepon Direktur RSUD Nganjuk untuk memfasilitasi kemoterapi untuk Nur Rohman yang dari keluarga miskin.

“Inilah perlunya kebersamaan berbagai pihak untuk saling membantu. Di sini pemerintah harus hadir memberikan pelayanan terbaik, karena Nur Rohman juga bagian dari warga Nganjuk,” kata Tatit.

Tak hanya mengusahakan pengobatan di RSUD Nganjuk, Tatit yang merasa trenyuh dengan kondisi Nur Rohman dan keluarganya, juga membantu mereka dengan uang.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada kalangan media dan para donatur yang telah membantu kelancaran Rahman agar bisa segera mendapatkan bantuan pengobatan dari pihak RSUD Nganjuk.

Sementara itu, saat dikunjungi Tatit, Sukarti, ibu Muhammad Nur Rohman menyampaikan bahwa kondisi anaknya kini cukup memprihatinkan. Sejak Juli 2020, tumor ganas tersebut bersarang di leher sebelah kanan Nur Rohman.

“Sudah pernah dioperasi 1 kali namun tumor ganasnya tetap saja tumbuh sampai sekarang. Ini ukurannya seperti 1 kepal tangan orang dewasa,” jelasnya.

Menurut Sukarti, anaknya mempunyai keinginan kuat untuk segera sembuh dan kembali bersekolah.

“Kami juga ingin sekali membawa anak kami ke Rumah Sakit Kediri atas rujukan dari RSUD Nganjuk biar sembuh untuk dioperasi. Tapi bagaimana bisa karena kondisi ekonomi kami,” ujarnya.

“Kalau kata dokternya, biaya berobat untuk melakukan kemoterapi sangat mahal. Kira-kira sebesar 5 juta rupiah sekali terapi,” tambah dia. Jangankan untuk berobat, imbuh Sukarti, untuk keperluan makan sehari-hari pun keluarganya masih merasa kekurangan.

“Nanti kalau dibawa ke Kediri nanti kita yang nunggui mau makan apa, sedang bapaknya baru meninggal dunia belum ada 100 hari,” pungkas Sukarti. (endyk)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Romy dan Pulung Turun ke Blitar, Konsolidasi Akar Rumput hingga Garap Ruang Digital Hadapi 2029

Romy Soekarno dan Pulung Agustanto konsolidasi PDIP di Blitar, dorong penguatan akar rumput dan strategi digital ...
LEGISLATIF

Kasus Bunuh Diri Remaja Meningkat, DPRD Jatim Dorong Hotline Kesehatan Mental 24 Jam

DPRD Jatim dorong hotline kesehatan mental 24 jam dan layanan konselor di Puskesmas untuk tangani kasus bunuh diri ...
KABAR CABANG

Juventus, Anak Muda dari Blimbing yang Memilih Masuk Politik

Cerita Juventus Ronaldo, kader muda PDI Perjuangan Kota Malang yang masuk politik untuk mengajak generasi muda ...
EKSEKUTIF

Eri Tegaskan Pasar Tumpah Harus Ditertibkan, Pedagang Diarahkan ke Pasar Resmi

Eri Cahyadi tegaskan pasar tumpah di Surabaya harus ditertibkan dan pedagang diarahkan ke pasar resmi demi ...
KRONIK

Kelompok Seni Tiban di Blitar Tumbuh Pesat sejak 2021, Jadi Tanda Kuatnya Kesadaran Budaya

Jumlah kelompok seni tiban di Blitar meningkat dari 6 menjadi 20 sejak 2021, didorong kesadaran masyarakat dan ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Soroti Pergeseran Anggaran APBD, Minta Eksekutif Jaga Transparansi dan Kepatuhan Regulasi

DPRD Jember soroti pergeseran anggaran APBD, minta transparansi dan kepatuhan regulasi dalam pengelolaan keuangan ...