Rabu
16 September 2026 | 6 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Safari di Jatim, Atikoh Silaturahmi ke Sejumlah Ponpes, Said Abdullah: Dengar Langsung Aspirasi Kalangan Pesantren

pdip-jatim-231221-mhsa-2

SURABAYA – Istri Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Suprianti, melakukan silaturahmi ke sejumlah pondok pesantren dalam safarinya di Jawa Timur selama 4 hari terakhir ini.

Silaturahmi Atikoh tersebut dilakukan sebagai bagian untuk menghimpun aspirasi, khususnya dari kalangan kiai dan santri.

Sejumlah pesantren yang dikunjungi Atikoh mulai dari kawasan Ponorogo dan Trenggalek, dan Tulungagung.

Siti Atikoh juga sempat sowan ke Muhammad Iqdam atau Gus Iqdam di Blitar kemudian juga berkunjung ke Ponpes Bayt Al-Hikmah di Pasuruan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jatim Said Abdullah menjelaskan, selain untuk silaturahmi, kedatangan Siti Atikoh ke sejumlah pesantren itu juga untuk mendengar langsung aspirasi dari kalangan ponpes.

Menurut Said Abdullah, hal ini penting, sebab Jawa Timur identik dengan pesantren. Beberapa aspirasi yang dihimpun di antaranya soal perhatian pada kalangan pesantren.

“Sekarang, seakan-akan santri itu terpinggirkan. Oleh karenanya, ke depan tidak boleh seperti itu. Santri dengan sumbangsih luar biasa untuk Indonesia, harus ada program khusus yang setara antara pendidikan umum dan pesantren,” kata Said Abdullah, Rabu (20/12/2023).

Politisi yang juga Ketua Banggar DPR RI ini ikut mendampingi secara langsung saat Atikoh berkunjung ke Ponpes Bayt Al-Hikmah di Pasuruan.

Disana mereka hadir dalam kegiatan Istighosah Umum untuk Keselamatan Bangsa dan Rakyat Indonesia dalam Pemilu 2024. Kegiatan itu dihadiri oleh ribuan jamaah.

Menurut Said, pihaknya bersama paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud sudah berkomitmen ke depan tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara sekolah umum dan pesantren.

Baik dari sisi anggaran pendidikan dan lainnya. Sebab, hal itu rupanya juga menjadi aspirasi dari kalangan pesantren.

“Nantinya, akan ada program khusus. Baik pusat, maupun daerah, alokasi anggaran 20 persen untuk pendidikan tidak hanya untuk pendidikan umum. Tapi sekaligus juga untuk pendidikan pesantren. Karena selama ini 20 persen itu hanya dimaknai untuk memenuhi pendidikan umum,” ungkapnya.

Atikoh saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pakunden Ponorogo, Senin (18/12/2023) menegaskan, dia banyak berdiskusi soal pengembangan pesantren ke depan.

Apalagi, banyak prestasi yang ditorehkan kalangan santri. Atikoh mengaku banyak menampung aspirasi sistem pendidikan di pesantren tersebut.

“Kita mencatat program yang ada di masyarakat. Kita juga mencatat program yang berhasil untuk bisa diterapkan di tempat lain,” ujar Atikoh disela safarinya di Jawa Timur. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...
EKSEKUTIF

Rijanto: Komunikasi Lintas Kelompok Penting untuk Jaga Kerukunan Blitar

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya komunikasi dengan berbagai kelompok keagamaan untuk menjaga ...
EKSEKUTIF

Eri Siapkan Bendera Hitam untuk PD yang Gagal Bina Kampung Pancasila

SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyiapkan sanksi simbolik berupa bendera hitam bagi perangkat daerah ...