Kamis
08 Oktober 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sadarestuwati Ajak Masyarakat Jombang Tanamkan Nilai Kebangsaan di Era Digital

pdip jatim 250511 4 Pilar Kebangsaan Jombang 1

JOMBANG – Di tengah derasnya arus globalisasi, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI yang digelar di Desa Godong, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (10/5/2025).

“Empat pilar kebangsaan ini harus benar-benar kita pahami dan implementasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat. Ini penting agar terbentuk karakter bangsa yang berkepribadian luhur,” ujar Sadarestuwati.

Politisi yang akrab disapa Mbak Estu itu mengajak masyarakat untuk memperkuat pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan secara konkret, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan budaya lokal.

“Mulai dari hal-hal kecil, seperti menjaga budaya tradisional dan kebiasaan sosial, itulah wujud pengamalan nilai kebangsaan di tengah arus globalisasi yang serba digital,” tegas Estu.

Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan ini juga mendorong pembentukan kelompok pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di kalangan ibu rumah tangga.

“Insya Allah kami akan mendukung penuh jika ibu-ibu ingin membentuk kelompok perempuan berdaya yang bisa menopang ekonomi keluarga. Nanti bisa dibantu dari segi pembinaan maupun fasilitas pendukung,” ujarnya di hadapan peserta yang mayoritas adalah kaum ibu.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, yang hadir di acara itu pun menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan langkah awal yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, terutama bagi generasi muda.

“Kita sudah mulai terjajah oleh budaya luar, baik lewat seni, kuliner, maupun gaya hidup. Maka menjaga budaya sendiri adalah bentuk perlawanan yang konkret,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jombang, Ama Siswanto, juga turut hadir menyatakan dukungannya terhadap program-program pemberdayaan yang diinisiasi Sadarestuwati, terutama di sektor ekonomi kreatif dan UMKM.

“Program Mbak Estu ini sangat bermanfaat. Kelompok masyarakat akan dibina dan didampingi agar punya usaha yang berkelanjutan, seperti menjahit atau keterampilan lainnya. Kami siap mendukung,” tandas politisi PDI Perjuangan Kabupaten Jombang ini. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...
LEGISLATIF

29 Ribu Rutilahu Mengantre, Eri Irawan Minta Verifikasi Lapangan Diperketat

SURABAYA – Sekitar 29 ribu usulan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) masih mengantre untuk mendapatkan penanganan di ...
KRONIK

Belum Tunjukkan Tahapan Konkret, DPRD Jember Pertanyaan Proyek PLTSa Pakusari

JEMBER – Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di tempat pembuangan akhir (TPA) Pakusari, ...
MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...