Senin
13 Juli 2026 | 9 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Risma-Whisnu Berharap Batik Surabaya Jadi Komoditas di Era MEA

pdip jatim - batik iki suroboyo

pdip jatim - batik iki suroboyoSURABAYA – Pasangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana tidak hanya ingin warga Surabaya bisa mandiri di bidang industri kreatif. Lebih dari itu, pasangan cawali-cawawali nomor urut dua ini berharap hasil produksi industri kreatif warga Surabaya bisa menjadi salah satu komoditas andalan di pasar bebas.

Cawali Tri Rismaharini menyebutkan, salah satu hasil industri kreatif yang cukup membanggakan adalah batik khas Surabaya. “Saya berharap Batik Surabaya bisa menjadi komoditas souvenir di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016 nanti,” harap Risma, Selasa (17/11/2015).

Harapan tersebut dia sampaikan, karena batik khas Surabaya garapan ibu-ibu warga Kota Pahlawan, tidak kalah dengan batik tulis dari daerah lain. Baik dari kualitas maupun coraknya.

Perempuan yang pernah mendapat penghargaan sebagai wali kota terbaik ketiga dunia itu mencontohkan batik hasil garapan Kelompok W-Quin, Jambangan. Pada Minggu (15/11), kemarin, Risma menghadiri peresmian industri kreatif warga Surabaya di bawah CV Kreatif Indah Alam itu.

Risma menyempatkan diri menghadiri peresmian industri kreatif beranggotakan ibu-ibu rumah tangga tersebut. Sebab, kelompok yang dimotori Risnani Puji Astutik itu telah mampu menciptakan batik khas Surabaya dengan motif ikan Suro dan Boyo dikelilingi daun semanggi.

Risma yakin, batik yang coraknya menggambarkan ikon-ikon Surabaya itu, akan menjadi komoditas yang dicari orang, khususnya dari luar daerah, ataupun dari luar negeri. “Jadi kalau bisa nanti ada ungkapan, ke Surabaya belum lengkap kalau belum membeli batik khas Surabaya,” ujarnya.

Risma juga mengajak seluruh warga Surabaya untuk terus berinovasi menciptakan ekonomi mandiri. “Saya juga berterima kasih kepada seluruh warga Surabaya, yang dengan kreativitasnya, menciptakan inovasi-inovasi baru seperti Batik Surabaya ini, demi Kota Surabaya yang kita cintai,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok W-Quin, Risnani Puji Astutik mengaku, industri Batik Surabaya ‎yang dikelolanya, bermula dari kreativitas kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dibinanya pada 2009 silam.

Saat Risma menjabat wali kota, ungkap Risnani, Pemkot Surabaya minta kelompok yang dibinanya terus mengembangkan industri batik dan membina ibu-ibu rumah tangga di wilayah-wilayah lain di Kota Pahlawan.

“Kita waktu itu diminta Bu Risma memberdayakan masyarakat yang lain di Kota Surabaya ini, termasuk ibu-ibu terdampak (penutupan Dolly) di Putat Jaya‎. Sekarang kita memiliki warga binaan cukup banyak di Surabaya,” terang Risnani.

‎Tak hanya itu, Kelompok W-Quin juga diminta membuat batik yang bisa dijadikan sebagai ciri kas Kota Surabaya. “Waktu itu kita bikin batik bermotif bambu runcing. Tapi kata Bu Risma terlalu kaku, dan kita diminta mencari inovasi yang lain. Akhirnya kita dapat motif Sura dan Boyo dikelilingi daun semanggi. Bu Risma cocok,” ucapnya.

Risnani juga mengungkapkan, batik-batik buatan W-Quin ada tiga jenis, yaitu Batik Cap, Tulis dan Kain Jumputan. “Sekarang pasar kita sudah di mana-mana, tapi masih sebatas di kota-kota yang ada di Indonesia saja. Belum ke luar negeri. Batik Surabaya juga sudah sampai di Bontang,” katanya.

Risnani dan ibu-ibu binaannya yang lain berharap Batik Surabaya karya bisa diakui alias dipatenkan. “Sekarang ini kan masih belum dipatenkan. Kita ingin batik kita diakui. Makanya kita bikin CV Kreatif Indah Alam di Jambangan ini, biar batik kita tidak diklaim daerah lain,” harapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Doding Ajak Kader GMNI Peka terhadap Persoalan Sosial dan Berani Bela Wong Cilik

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengajak kader GMNI memiliki kepekaan sosial, berani membela wong cilik, dan ...
KABAR CABANG

DPC PDIP Kota Kediri Apresiasi Kreativitas Peserta Lomba Desain Bulan Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri mengapresiasi puluhan peserta lomba desain Bulan Bung Karno. Tingginya kualitas ...
KABAR CABANG

Penjaringan Calon Ketua Ranting Tahap I, DPC Sidoarjo Kantongi 1.730 Nama

SIDOARJO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo terus menata struktur organisasi hingga ...
KABAR CABANG

Penyegaran Struktur hingga Akar Rumput, DPC PDI Perjuangan Pasuruan Rampungkan Musran dan Musanran

KABUPATEN PASURUAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan sukses merampungkan gelaran ...
KABAR CABANG

PDIP Blitar Perkuat Regenerasi, Kader Muda Perempuan Mulai Masuk Kepengurusan Ranting

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memperkuat regenerasi organisasi melalui Musyawarah Ranting. Tantangan memenuhi ...
KRONIK

Hadiri Kemah Cinta Alam Indonesia, Bupati Ipuk: Wadah Strategis Siapkan Generasi Muda

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi komitmen DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ...