TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya meringankan beban ekonomi masyarakat, salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan beras dari pemerintah pusat.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menyalurkan langsung bantuan tersebut kepada warga di tiga titik lokasi. Yakni Kelurahan Tamanan (Kecamatan Trenggalek), Desa Kedungsigit (Kecamatan Karangan), dan Desa Tumpuk (Kecamatan Tugu), Rabu (23/7/2025).
Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut menuturkan, bantuan diberikan kepada 73.198 warga Trenggalek yang masing-masing menerima bantuan berupa beras 10 kilogram per bulan.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok,” ujar Mas Ipin saat menyerahkan bantuan.
Pada penyaluran kali ini, masyarakat menerima dua alokasi sekaligus, yakni untuk bulan Juni dan Juli 2025.
“Artinya, setiap penerima manfaat memperoleh total 20 kilogram beras,” lanjutnya.
Mas Ipin menyampaikan program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog.
Sasarannya adalah keluarga miskin dan keluarga miskin ekstrem atau yang masuk ke dalam Desil 1 dan Desil 2. Data-data tersebut sudah ditentukan oleh Kemensos berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Kantor Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menjelaskan bahwa bantuan berasal dari cadangan beras pemerintah yang disimpan di gudang Bulog, dan disalurkan oleh transporter langsung ke titik distribusi di desa-desa.
“Data penerima ditetapkan oleh Kementerian Sosial menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Bulog bertugas menyalurkan ke titik bagi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa agar tepat sasaran,” jelas Yonas.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar tidak terbebani dalam memenuhi kebutuhan beras harian.
Dengan kebutuhan pokok yang telah terbantu, warga bisa mengalokasikan pengeluaran untuk kebutuhan lainnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan memperkuat daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










