PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Novita Hardini, menggelar serap aspirasi (reses) di Kantor DPC PDI Perjuangan Ponorogo, pada Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai pengurus DPC dan PAC, fakir miskin, anak yatim, penyandang disabilitas, tukang becak, petugas kebersihan, pedagang sayur keliling hingga masyarakat sekitar. Dalam kesempatan itu, dibagikan 100 paket sembako kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Novita menyoroti kondisi ekonomi masyarakat akar rumput yang belum sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Apalagi, banyak kebutuhan pokok yang mengalami lonjakan harga.
“Kita memang cukup prihatin karena angka pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkat 5,61 persen ini ternyata tidak berjalan selaras dengan kondisi riil masyarakat yang ada di akar rumput. Beberapa kebutuhan pokok semakin tidak terjangkau di tingkat menengah ataupun rentan,” ujar dia.
Menurutnya, sulitnya lapangan pekerjaan membuat sebagian masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Karena itu, ia menegaskan pentingnya kebijakan jaring pengaman sosial yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat rentan dan pelaku UMKM kecil.
“Kedatangan saya reses ini dalam rangka belanja masalah. Masalah ini nanti akan kami sampaikan kepada pemerintah untuk memperkuat jaring pengaman sosial, khususnya pelaku ekonomi kreatif dan UMKM yang masih dalam tahap rentan,” lanjutnya.
Novita menilai, kebijakan jaring pengaman sosial tidak cukup hanya bersifat konsumtif, tetapi juga harus produktif agar mampu menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat. Karena itu, menurutnya harus ada kebijakan yang mengatur jaring pengaman sosial
“Diprioritaskan tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif yang bisa menjadi efek ganda ekonomi, seperti pelaku UMKM yang masih rentan,” terang istri Bupati Trenggalek itu.
“Kita bicara skala industri UMKM dan ekonomi kreatif ini tidak bisa dipukul sama rata. Ada yang kemampuan industrinya sudah besar sehingga kenaikan bahan pokok tidak terlalu berdampak. Tapi ada juga pelaku UMKM gorengan, ikan, yang tiap hari belum tentu ada pembelinya,” imbuhnya.
Selain itu, Novita juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut harus tetap berjalan sesuai tujuan awal, yakni ikut menggerakkan ekonomi lokal.
“Hari ini karena anggaran semua difokuskan MBG, yang juga bagus untuk tujuan jangka panjang. Namun harus ditekankan MBG harus kembali pada niat awal dibentuk, yakni untuk menggerakkan ekonomi lokal. Jangan sampai adanya MBG malah membuat ekonomi lokal mandek dan pedagang-pedagang tidak ada yang membeli,” tegas Novita.
Novita juga mengungkapkan, pembagian sembako merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Insya Allah bingkisan ini bermanfaat bagi jenengan semua. Ini juga sebagai bukti bahwa PDI Perjuangan-lah yang setia berjalan bersama rakyat,” tuturnya.
Ia menegaskan kehadirannya di tengah masyarakat bukan semata urusan politik maupun mencari suara. Menurut dia, nilai kebersamaan dan kemanusiaan merupakan ajaran yang terus ditanamkan dalam partainya.
“Ini yang diajarkan oleh partai saya, yang diajarkan Ibu Megawati Soekarnoputri dan Bung Karno. Ketika Indonesia menghadapi tantangan penjajahan di masa lampau, ratusan tahun kita dijajah, tetapi dengan kebersamaan dan kemanusiaan kita bisa merebut kembali kemerdekaan itu,” tandas anggota Komisi VII DPR RI itu. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










