SURABAYA — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana, mengajak masyarakat menjadikan momentum Ramadan dan Idul Fitri sebagai penguatan kepedulian sosial, disiplin, serta komitmen pengabdian.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Renny, Sabtu (21/3/2026).
Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu menegaskan, Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan tugas publik.
Menurutnya, nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, kejujuran, dan kepedulian harus terus diaktualisasikan, terutama dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Idul Fitri harus menjadi momentum memperkuat integritas, meningkatkan etos kerja, serta memperdalam keberpihakan kepada masyarakat kecil yang membutuhkan kehadiran negara,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran negara di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran. Seluruh pemangku kepentingan diminta tetap responsif terhadap kebutuhan publik.
“Setelah Ramadan ini, kita harus semakin peka terhadap persoalan rakyat dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur yang lebih adil dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Penasihat Fraksi PDIP DPRD Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam penggunaan fasilitas negara.
“Kami mengimbau agar ASN tidak menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas negara harus digunakan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ASN di sektor pelayanan publik harus tetap siaga selama libur Lebaran agar masyarakat tetap mendapatkan layanan optimal.
“Momentum hari raya justru menjadi saat negara harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain itu, Deni mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati selama perjalanan mudik dan arus balik, mengingat tingginya intensitas kendaraan.
“Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas. Jaga kondisi fisik dan jangan memaksakan diri saat lelah,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS











