Jumat
09 Oktober 2026 | 7 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Refleksi Kudatuli, Sirmadji: Bukti Kekuatan Rakyat Tak Bisa Dimatikan

pdip jatim 240727 sirmadji wisper 1

BATU – Peristiwa Kudatuli, atau Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli 1996, menjadi salah satu momen penting dalam sejarah politik Indonesia yang menunjukkan bahwa kekuatan rakyat tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan dan kekerasan.

Di hadapan puluhan caleg DPRD terpilih se-Jatim peserta Pendidikan Kader Partai (PKP) Pratama di Wisma Perjuangan, Kota Batu, politisi senior PDI Perjuangan, Sirmadji Tjondropragolo, mengungkapkan refleksi mengenai peristiwa yang telah mengubah lanskap politik Indonesia menuju era reformasi tersebut.

Bagi pria yang pernah menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, Kudatuli adalah bukti bahwa ketika penguasa mencoba memaksakan kehendaknya untuk menghentikan pergerakan rakyat yang berangkat dari keprihatinan, yang terjadi adalah perlawanan yang semakin meluas.

Baca juga: Agar Berjiwa Soekarnois, PDI Perjuangan Jatim Matangkan Ideologi Caleg DPRD Terpilih

“Kudatuli adalah peristiwa yang membuktikan bahwa kekuatan rakyat itu tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan, atau kekerasan yang dikawal oleh kekuasaan sedahsyat apapun,” ujar Sirmadji, Sabtu (27/7/2024).

Dia menegaskan, ketika rakyat merasa penguasa berbuat zalim, pergerakan justru semakin meluas.

Saat itu, PDI yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri tidak surut, melainkan semakin besar dan meluas.

“Ini mengarah pada reformasi, yang menjadi satu-satunya jalan untuk menghentikan kekuasaan diktator. Demokrasi pun lahir, dan Soeharto jatuh, membuka kran demokrasi,” terangnya.

Menurutnya, peristiwa Kudatuli menjadi pembelajaran penting bahwa kehendak rakyat tidak dapat dihentikan oleh kekuasaan sebesar apapun.

Bagi Sirmadji, peristiwa tersebut mengajarkan bagaimana pentingnya melekatkan diri dengan rakyat, mendengarkan keluh kesah mereka, dan berjuang bersama mereka.

“PDI Perjuangan ke depan harus semakin dicintai oleh rakyat, menjadi alat perjuangan bagi rakyat untuk mengatasi persoalan yang mereka hadapi,” tegasnya.

Untuk itu, Sirmadji menekankan pentingnya menjaga hubungan erat antara partai politik dan rakyat. PDI Perjuangan, menurutnya, harus terus menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kehendak rakyat tidak bisa dimatikan oleh kekuasaan. Itulah pelajaran penting dari Kudatuli,” pungkasnya. (yol/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Konsolidasi di Kabupaten Malang, Said Abdullah Ingatkan Kader Jaga Amanah Rakyat

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mengingatkan pentingnya membangun paradigma baru ...
HEADLINE

Said Abdullah: Kedekatan Partai dengan Rakyat Harus Hadir Setiap Hari, Bukan Hanya Saat Pemilu

MALANG – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menegaskan kedekatan partai politik dengan rakyat ...
KRONIK

Luncurkan Teman Lansia, Bupati Ipuk Pastikan Warga Senior Rentan Tak Luput dari Layanan

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat perhatian kepada warga lanjut usia (lansia), ...
LEGISLATIF

Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota Malang mengkaji ulang ...
EKSEKUTIF

Pungli di Akses Stadion GBT Disorot, Eri Cahyadi Tegaskan Jalan Umum Gratis

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Satgas Anti-Preman dan kepolisian membongkar gardu yang diduga ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Pemerintah Tetapkan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong pemerintah segera menetapkan batas usia pakai maksimal ...