“Di Kabupaten Ngawi, sekarang tidak ada kata, tidak ada kalimat, tidak ada kebijakan yang tidak menyangkut kemenangan 2024. Dan ini juga harus diterapkan di Tulungagung”
TULUNGAGUNG – Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Kehormatan Partai DPD PDI Perjuangan jawa Timur Budi Sulistyono mengatakan, Kabupaten Tulungagung punya potensi menang spektakuler pada Pemilu 2024.
Pasalnya, sebut Budi Sulistyono, kondisi politik di Tulungagung sudah seperti di Kabupaten Ngawi. Yakni mempunyai Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD dan PDI Perjuangan punya anggota fraksi yang lebih banyak.
“Tulungagung mestinya lebih dari mampu dari Ngawi, asal tidak hanya “eker-ekeran” saja. Kuncinya adalah semua kader partai tidak boleh hanya eker-ekeran,” kata Budi Sulistyono, saat menghadiri rapat cabang diperluas yang digelar DPC PDI Perjuangan Tulungagung, di kantor DPC setempat, Minggu (21/8/2022).
Menurut Kanang, sapaan akrabnya, seluruh kader partai baik yang ada di eksekutif, legislatif maupun di struktural, kerangka berpikirnya bagaimana di Pemilu 2024 harus menuju kesuksesan yang lebih dari sekarang.

Jika saat ini, kursi legislatif di Tulungagung mendapat 13 kursi dari 50 kursi maka 2024 harus didorong untuk mendapatkan kursi lebih banyak lagi. Karena 13 dari 50 kursi itu menurut Kanang belum merupakan kabar yang menggembirakan.
Baca juga: Menang Hattrick di Pemilu 2024, Whisnu: PDI Perjuangan Kabupaten Kediri Punya Modal Luar Biasa
“Saya saat menjabat sebagai Bupati Ngawi, mengantar PDI Perjuangan dari 45 kursi DPRD, saya mampu mengantar untuk mendapat 20 kursi,” ungkapnya.
Pria yang juga lekat dengan sapaan Mbah Kung itu menjelaskan, kesuksesan Banteng di Ngawi, adalah dukungan dari semua kader partai, baik dari Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Fraksi, PAC, dan Ranting. Semuanya secara lengkap bergotong-royong.
Dia menegaskan, kader partai yang menduduki jabatan eksekutif dan legislatif harus mempunyai bahasa bagaimana cara membesarkan partai. Dan harus mempunyai pemikiran untuk memakmurkan partai.

Partai bisa makmur, jelas Mbah Kung, adalah ketika partai mendapat jumlah kursi legislatif yang banyak, bukan ketika bupatinya kaya atau Ketua DPRD-nya yang kaya.
“Di Kabupaten Ngawi, sekarang tidak ada kata, tidak ada kalimat, tidak ada kebijakan yang tidak menyangkut kemenangan 2024. Dan ini juga harus diterapkan di Tulungagung,” tegasnya.
Kabupaten Tulungagung, lanjut dia, mempunyai potensi besar. Jika dilihat dari wilayahnya, Tulungagung ada 5 dapil, artinya jika masing-masing dapil tambah 1 kursi maka pemilu 2024 bisa mendapat 18 kursi.
Untuk itu, Mbah Kung menyarankan untuk mencari caleg PDI Perjuangan yang potensial untuk ‘perang’ di 2024.
Selain itu, dia juga menyarankan, semua kader partai untuk membuka pintu konsolidasi dengan jaringan manapun, yang penting punya komitmen untuk memenangkan Pemilu 2024.

Dan kader yang menjabat di eksekutif (Bupati dan Wakil Bupati) harus selalu memikirkan partai, walaupun sudah pensiun harus segera membuat karpet merah untuk memenangkan Pemilu 2024.
“Jadi pada 2024 nanti, kita harus siapkan karpet merah, karena selain menghadapi pemilu legislatif juga ada Pilpres dan Pilkada,” tutur Mbah Kung.
Dia juga menyampaikan, bahwa partai telah melarang semua kader untuk bicara soal presiden. Untuk pemilu presiden, yang terpenting adalah jangan sampai presiden lepas dari PDI Perjuangan, dan fokus dari semua kader adalah bagaimana memenangkan Pemilu 2024.
“Intinya bagaimana kita memberi penguatan kepada seluruh pejuang partai, dan bagaimana kader yang ada di eksekutif bisa meninggalkan karpet merah agar 2024 bisa menang,” tutupnya.
Selain Budi Sulistyono, jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim lainnya juga hadir. Di antaranya Wakabid Pemenangan Pemilu Deni Wicaksono, Wakabid Koperasi dan UKM Erma Susanti, serta Wakil Bendahara Sulistyorini. (sin/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










