MALANG – Penasihat Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowanjati) Dr Sri Untari Bisowarno M.AP mengatakan, Puskowanjati berperan penting dalam melahirkan dan mengembangkan berbagai pelaku koperasi wanita di Jawa Timur.
Puskowanjati, sebutnya, mampu menjadi lembaga yang menerapkan prinsip GCG (Good Cooperative Governance) atau tata kelola koperasi yang baik.
“Sehingga Puskowanjati telah terbukti mampu menjadi pelopor pendampingan perkoperasian dan menjadi contoh oleh berbagai pihak,” kata Sri Untari, Rabu (1/9/2021).
Selain itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini juga menegaskan, Puskowanjati merupakan sebuah entitas yang dalam proses perjalanannya penuh dengan sejarah atau historical process.
“Jadi penuh dengan perjalanan sejarah panjang. Munculnya koperasi-koperasi wanita di Jatim ini dulu Gubernur Pakde Karwo itu membangun gelombang pertama pembentukan koperasi wanita di tiap desa, yang kemudian mendampingi untuk mendirikan koperasi itu adalah Puskowanjati dengan menggunakan sistem tanggung renteng,” bebernya.
Untari kemarin menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Puskowanjati. Menurutnya, RAT Puskowanjati kali ini waktunya agak terlambat karena pandemi.
“Banyak pengurus primer yang sakit karena Corona. Harusnya maksimal bulan Juni ini baru bisa dilaksanakan Agustus,” jelasnya.
Sebagai penasihat, Untari minta Dinas Koperasi Jawa Timur untuk memberikan atensi secara khusus kepada Puskowanjati. Hal ini dikarenakan Puskowanjati merupakan sebuah entitas utama yang mendorong pengembangan berbagai koperasi wanita di Jawa Timur dengan jejak sejarah yang panjang.

Dia menyebutkan berbagai koperasi wanita yang berdiri dari turut andil Puskowanjati antara lain Setia Budi Wanita (SBW) (Malang dan Surabaya), Citra Kartini dan Lestari Mandiri (Malang), Waspada (Surabaya), Setya Rahayu (Ngawi), Jati Lestari (Sidoarjo), Sekar Kartini (Jember), Potre Koneng (Sumenep), dan Kencono Wungu (Mojokerto).
“Ini semua adalah karya besar Puskowanjati untuk membangkitkan gerakan perempuan berkoperasi. Akhirnya jejak puskowanjati ini diikuti oleh Pemprov tahun 2009 dengan membentuk koperasi wanita di tiap desa,” beber Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia tersebut.
Untari menceritakan, perjalanan awalnya bisa memahami dan belajar mengembangkan koperasi berawal dari menjadi Pembina Primer Puskowanjati mulai 1996 hingga 2001.
Berbekal pengalaman tersebut, dirinya mendaftar sebagai anggota Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang hingga menjadi Ketua pada tahun 2006.
Disisi lain, melalui berbagai pengalaman dan dinamika yang telah dilalui selama menjadi pengurus Puskowanjati, dia terinspirasi untuk membantu perempuan bisa mengembangkan koperasi jauh lebih baik lagi dengan memiliki perwakilan di lembaga legislatif daerah.
“Kenapa kemudian saya bisa menuju kursi DPRD ini, karena ada dorongan dari entitas yang ada di Puskowanjati yang saya sering keliling Jawa Timur untuk mendatangi dan membina mereka,” terangnya.
Melalui Puskowanjati, dirinya melihat realitas sosial di tengah masyarakat, bagaimana perempuan bekerja keras membangkitkan ekonomi keluarganya. Sehingga dia mendapatkan gambaran mengenai pengimplementasian sistem tanggung renteng dalam koperasi wanita.
Hal yang membedakan antara Puskowanjati dengan yang lain, adalah sistem pengelolaan koperasi di bawah naungannya menerapkan sistem tanggung renteng.

Sistem ini awalnya pertama kali diterapkan dan dijalankan Koperasi SBW Malang. Namun hak cipta karyanya kemudian diserahkan kepada Puskowanjati.
Bahkan pada saat Kementerian Koperasi dipimpin oleh Suryadharma Ali, sistem ini dipergunakan jntuk menggerakkan perempuan-perempuan secara nasional melalui gerakan Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera (Perkasa) melalui koperasi.
“Dalam konteks ini, saya mengatakan bahwa Puskowanjati ini sebuah sekunder koperasi wanita yang memiliki kontribusi besar bagi pembangunan perempuan di Jawa Timur,” jelasnya.
Puskowanjati juga telah mendirikan induk koperasi wanita secara nasional. Sehingga, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut memandang kehadiran Puskowanjati layak untuk diketahui publik secara lebih luas.
Karena telah memiliki kontribusi besar dalam pendirian dan pendampingan koperasi-koperasi wanita.
“Selama ini kinerjanya yang tetap mendampingi primer-primernya mulai kecil sampai besar. Selamat rapat anggota dan sukses menjemput masa depan meskipun di masa sulit seperti ini,” ucapnya.
Keterlibatan Puskowanjati dalam mengembangkan koperasi dan peran wanita tidak dapat dilupakan kontribusinya. Bahkan pada tahun 1997 Puskowanjati bersama dengan Induk Koperasi Wanita (Inkowan) turut serta dalam Kongres Perempuan Koperasi di Beijing, China.
Sebelumnya, Dinas Koperasi telah memberikan penghargaan kepada Puskowanjati atas kontribusinya membina koperasi primer di bawahnya. Termasuk Dekopinwil juga memberikan apresiasi kepada Puskowanjati. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










