Kamis
29 Oktober 2026 | 2 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program Sekolah Rakyat Dimatangkan, Indriani Dukung Penuh Realisasi di Madura

PDIP-Jatim-Indriani-26042025

SUMENEP – Pemerintah terus mematangkan rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026.

Sekolah Rakyat dirancang untuk membantu percepatan pengentasan kemiskinan dengan skema pembiayaan penuh oleh negara. Mulai dari biaya pendidikan, seragam, makanan, hingga akomodasi, seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Indriani Yulia Mariska, menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami sangat mendukung adanya Sekolah Rakyat. Ini adalah langkah konkret untuk mengatasi kemiskinan, khususnya di Jawa Timur,” ujar Indriani, Sabtu (26/4/2025).

“Tentu kami juga siap memberikan masukan agar program ini dapat berjalan dengan optimal,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan tata kelola program agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih dengan sekolah-sekolah yang sudah ada.

Menurutnya, koordinasi antarinstansi, termasuk penentuan leading sektor apakah tetap di bawah Kementerian Sosial atau melibatkan APBD, harus diperjelas sejak awal.

“Mulai dari tata laksana, manajemen, hingga pendanaan perlu dikaji dengan baik. Harapannya, semua anak dari keluarga kurang mampu benar-benar bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik lewat program ini,” tambahnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini berharap Sekolah Rakyat dapat hadir di seluruh kabupaten di Pulau Madura. Terutama di Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan dengan akses pendidikan yang masih terbatas.

“Saya berharap daerah-daerah di Madura, termasuk wilayah kepulauan di Sumenep, bisa menjadi bagian dari pelaksanaan program ini. Banyak anak di daerah kami yang masih kesulitan mengakses pendidikan karena faktor ekonomi dan geografis,” terangnya.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Madura untuk putus sekolah,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dana Desa Dipangkas hingga 70%, Guntur Wahono Serap Keluhan Kades di Blitar

BLITAR – Pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 70 persen menjadi keluhan utama kepala desa (kades) di Kabupaten Blitar. ...
EKSEKUTIF

Proyek Pengendalian Banjir Surabaya Ditargetkan Rampung Pertengahan November

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan sejumlah proyek penanganan genangan, termasuk pembangunan ...
KRONIK

Penguatan Pendidikan Karakter Anak, Ansari Dorong Sinergi Rumah dan Sekolah

PAMEKASAN – Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, pembentukan ...
LEGISLATIF

Dividen BUMD Bergantung pada Bank Jatim, Fuad Benardi Soroti Kinerja Direksi

SURABAYA – Kontribusi dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur yang masih didominasi Bank Jatim menjadi ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Targetkan Aktivasi Desa Kreatif di 157 Desa Trenggalek

TRENGGALEK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, Novita Hardini, menargetkan aktivasi desa kreatif ...
LEGISLATIF

Tekan Pengangguran, Amithya Dorong Pendataan Ketenagakerjaan Menyeluruh di Kota Malang

MALANG – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemerintah Kota Malang melalui Disnaker ...