Kamis
09 Juli 2026 | 7 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program DITO yang Digagas Bupati Kediri Mulai Tunjukkan Hasil

pdip-jatim-240425-dito-1

KEDIRI – Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) yang digagas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sejak awal kepemimpinannya, mulai menunjukkan hasil.

Program DITO terbukti berhasil meningkatkan produktivitas padi para petani di Kabupaten Kediri. Apalagi, penggunaan pupuk organik juga menghasilkan bulir padi yang lebih berisi.

Sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri, program DITO bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

Kepada media, Bupati Hanindhito Himawan Pramana kemarin mengatakan, pertanian organik tidak hanya menekan biaya produksi, tapi juga meningkatkan kesuburan tanah, dan hasil panen. Meski memerlukan proses cukup panjang, hasilnya sangat menguntungkan.

Data peningkatan produktivitas hasil panen padi di Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa semakin banyak petani yang tertarik dengan pertanian organik.

“Pemerintah daerah juga memberikan bantuan peralatan pertanian dan benih untuk mendukung sektor pertanian, guna menekan biaya produksi,” katanya.

Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menyebut bahwa pada tahun 2024 bantuan benih disalurkan untuk cakupan lahan seluas 6.000 hektare.

Para petani mulai melakukan panen padi pada akhir bulan Maret dan mengalami puncak panen di bulan April. “Hanya saja yang perlu diwaspadai saat ini karena cuaca hujan yang masih tinggi dan pengaruh angin, padi rawan roboh,” ujarnya.

Program DITO dikenalkan kepada petani melalui pembuatan demplot atau lahan percontohan. Melalui demplot ini, petani dapat melihat hasil penggunaan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia.

Selain itu, melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL), dispertabun memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida hayati kepada kelompok tani di tiap desa. Kesadaran petani untuk menggunakan pupuk organik pun semakin meningkat.

Data dari Dispertabun Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa rata-rata produksi gabah kering giling pada tahun 2022 mencapai 6,19 ton/hektare. Pada tahun 2023, angka ini naik menjadi 6,22 ton/hektare, dan di tahun 2024 kembali naik menjadi 6,24 ton/hektare.

Luasan lahan padi di Kabupaten Kediri secara keseluruhan mencapai 48 hektar. Wilayah yang menjadi sentra padi berdasarkan pemetaan kawasan agropolitan meliputi wilayah Palem Pari (Pare, Plemahan Papar, dan Purwoasri). (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Saiful Anwar Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin, Peringati Bulan Bung Karno

TULUNGAGUNG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Saiful Anwar, menggelar santunan anak yatim ...
EKSEKUTIF

Wabup Dirham Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Pacu Stabilitas Pasokan Lamongan

LAMONGAN – Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, secara resmi mendorong penguatan sinergi pengendalian ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Copot Lurah Tambak Wedi usai Dugaan Pungli Pedagang di Aset Pemkot

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggeser Lurah Tambak Wedi menjadi kepala seksi setelah muncul dugaan pungutan liar ...
HEADLINE

Megawati Terima Penghargaan Tertinggi atas Jasa Rekonsiliasi Indonesia-Timor Leste

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bakal menerima penghargaan tertinggi Grand Collar of Timor-Leste atas ...
KABAR CABANG

Festival Musik Bulan Bung Karno Jadi Panggung Gen Z Kediri Berkarya dan Berbagi

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri menggelar Festival Musik Bulan Bung Karno sebagai ruang kreativitas bagi Gen Z. ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Dorong Insentif Pajak untuk Pariwisata dan UMKM Antisipasi Ketidakpastian Fiskal 2027

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto mendorong Pemkab Jember menyiapkan insentif pajak dan retribusi bagi ...