Minggu
06 September 2026 | 11 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Profesor Ini Ajak Kader Banteng Tak Henti Gali Pesan-pesan Bung Karno

pdip-jatim-211114-Soetanto-Soepiadhy-2

BATU – Sosok Bung Karno meninggalkan sebuah kesan yang amat mendalam bagi Prof. Dr Soetanto Soepiadhy SH, MH, dosen Universitas Tujuhbelas Agustus Surabaya. Selama perjalanan hidupnya, setidaknya tiga kali dia bertemu dengan sang proklamator kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

Bukanlah penampilan Bung Karno secara fisik yang menarik perhatiannya. Namun dari aspek bagaimana Bung Karno dalam mengolah buah pemikirannya menjadi sebuah narasi pidato yang mampu mengobarkan semangat juang rakyat Indonesia.

“Pidatonya memang meledak-ledak, tapi buah pikirannya dalam bahasa metodologinya sangat runtut. Ada sistematikanya, ada logikanya, ada empiriknya, dan ada analisisnya,” beber Soetanto Soepiadhy, saat menyampaikan materi Pendidikan Kader Pratama, di Wisma Perjuangan, Oro-oro Ombo, Kota Batu, Sabtu (13/11/2021).

Api, sebutnya, identik dengan kehancuran. Namun oleh Bung Karno, api ini digunakan sebagai sebuah pelecut semangat untuk semakin mengobarkan bara perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya merebut kemerdekaan.

Salah satunya melalui pledoi atau pidato pembelaan Bung Karno pada tahun 1930 pada persidangan di Landraad, Bandung atas tuduhan hendak menggulingkan pemerintahan Hindia Belanda.

Pidato pembelaan yang lebih dikenal dengan “Indonesia Menggugat” ini kemudian menjadi suatu dokumen politik menentang kolonialisme dan imperialisme.

“Cara untuk mencapai kemerdekaan, kita harus bersatu. Untuk mencapai kemerdekaan itu, kita harus membinasakan imperialisme dan kapitalisme,” ujarnya.

Termasuk bagaimana Bung Karno menggunakan asas perjuangan Maatchvoorming, pengumpulan tenaga-tenaga revolusioner.

“Sebuah gerakan politik yang membangun jalan untuk kekuasaan mewujudkan cita-cita politiknya,” imbuh Guru Besar Universitas 17 Agustus 1945 tersebut.

Soetanto juga mengatakan, Bung Karno sudah memprediksi, hilangnya pemerintahan asing dari Bumi Indonesia tidak serta merta menghilangkan imperialisme dan kolonialisme.

Hal ini terbukti dengan derasnya arus modal asing yang masuk ke Indonesia setelah lengsernya Bung Karno dari tampuk kepemimpinan kepresidenan, diinisiasi dengan masuknya investasi di Tembagapura yaitu PT Freeport.

Inilah awal pintu masuknya arus modal asing ke Indonesia. Dia menegaskan, baru di era kepemimpinan Presiden Jokowi inilah, negara berani mengambil tindakan tegas untuk menguasai mayoritas saham PT. Freeport. Bahkan berani mengambil langkah strategis berupa menghentikan ekspor bijih nikel mentah.

“Saya salut kepada presiden kita, Pak Jokowi yang berani mengatakan stop ekspor bijih nikel. Kita akan memproduksi baterai kita sendiri dan kita akan menjadi produsen mobil elektrik terbesar di dunia,” kata ahli Hukum Tata Negara tersebut.

Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus api perjuangan Bung Karno, dia berpesan agar kader Banteng, khususnya para peserta Pendidikan Kader Pratama tidak berhenti membaca dan menggali pesan-pesan yang disampaikan dalam setiap karya dan pemikiran Bung Karno. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Trenggalek Gelontor Ribuan Liter Air Bersih, Sehari Lima Desa Jadi Sasaran

TRENGGALEK – PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek menggelontorkan ribuan liter air bersih ke desa-desa yang ...
KRONIK

Banyuwangi Gelar “Festival Literasi Using”, Upaya Lestarikan Bahasa Daerah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggelar Festival Literasi Using. Ajang ini menjadi cara ...
LEGISLATIF

Model Malang Berhasil, Untari Akan Perluas Pelestarian Aksara Jawa ke Seluruh Sekolah di Jatim

MALANG – Keberhasilan penerapan model pembelajaran dan pelestarian aksara Jawa di sejumlah sekolah di Malang ...
KRONIK

Waktu Tinggal Tiga Bulan, Widarto Pesimistis APBD Jember 2026 Terserap Optimal

JEMBER – Tambahan ruang fiskal Kabupaten Jember mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, waktu untuk membelanjakannya ...
KRONIK

Di Tempat Hasto Dilahirkan, Demokrasi Dibicarakan Lewat Gamelan dan Tarian

YOGYAKARTA – Tidak ada kemewahan ruang pertemuan hotel. Tidak ada pendingin udara yang membuat suasana malam terasa ...