Minggu
01 November 2026 | 12 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Prof. Ikrar Apresiasi PDI Perjuangan yang Konsisten Jadi Garda Terdepan Penjaga Demokrasi

pdip-jatim-250111-seminar-hut-52-ikrar-1

SURABAYA – Ilmuwan politik Prof. Ikrar Nusa Bhakti mengapresiasi berbagai langkah politik yang konsisten dilakukan PDI Perjuangan, yang berani terus merawat dan mengawal demokrasi.

Sejarah panjang PDI Perjuangan yang berasal dari fusi beberapa partai berhasil menjadikannya sebagai partai yang dapat diterima berbagai kalangan masyarakat

“PDIP satu-satunya partai yang melebur dari berbagai suku agama secara merata. Itulah partai yang bisa bertumbuh dan berkembang,” ucapnya.

Hal tersebut disampaikan Ikrar pada gelaran Seminar HUT PDI Perjuangan, yang dilaksanakan di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Sabtu (11/1/2025).

Baca: Adi Prayitno: Ini Saatnya PDI Perjuangan Mencetak The Next Leader di Pilpres 2029

Acara seminar yang diselenggarakan tersebut juga sebagai bentuk refleksi dalam rangka ulang tahun ke-52 tahun PDI Perjuangan.

Selain Prof. Ikrar, seminar mengusung tema “Perjalanan Panjang Serta Berliku Merawat dan Mengawal Demokrasi” itu menghadirkan narasumber, pengamat politik Adi Prayitno M.Si, dan Ketua DPP PDIP Ir Bambang Wuryanto MBA atau Bambang Pacul.

Ikrar pun mengingatkan kepada seluruh kader PDI Perjuangan agar tidak lupa kepada garis dari marhaenisme Soekarno. Pesan ini dia sampaikan mengingat berbagai tantangan politik di masa mendatang yang akan menjadi lebih berat.

“Ideologi marhaenisme itulah yang akan menjadikan PDI Perjuangan survive. Oleh karena itu, maka masa depan partai akan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Selain itu dia juga mengimbau agar partai politik mampu menjadi wadah bagi para generasi muda untuk turut aktif dan berkembang. Mengingat 5 tahun mendatang akan makin banyak generasi muda yang memiliki hak memilih.

“Yang namanya anak muda itu harus benar-benar diutamakan. Kalau partai tidak melakukan regenerasi dalam rekruitmen anak muda, maka akan sulit untuk maju dan bertahan di masa depan,” tuturnya.

Baca juga: Kanang: PDI Perjuangan Harus Mampu Lahirkan Pemimpin yang Jadikan Kebenaran Sebagai Landasan Kebijakan

Pada kesempatan tersebut Ikrar juga mengapresiasi hasil yang didapatkan PDI Perjuangan dalam Pilpres dan Pilkada 2024, dimana PDI Perjuangan melawan koalisi besar yang dekat dengan pemerintah.

Ia pun menekankan bahwa apabila partai mau dipercaya oleh rakyat, maka harus tetap melayani rakyat, agar terus dapat dipercaya oleh masyarakat.

“PDIP yang katanya anjlok justru jadi pemenang di tahun 2024. Banteng bisa mengalahkan KIM yang memiliki jumlah partai lebih banyak,” sebutnya.

Selain itu ia pun juga mengimbau agar PDI Perjuangan untuk tetap memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo.

Menurutnya, hal tersebut senada dengan pidato politik yang disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan pada ulang tahun ke-52 kali ini.

Akan tetapi, Prof. Ikrar menegaskan bahwa dirinya secara pribadi masih belum mempercayai sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Dukunglah pemerintah Presiden Prabowo tapi jangan menjadi bagian dari pemerintah Presiden Prabowo. Saya tidak menyebutkan Gibran karena memang pak Prabowo Subianto-lah yang memiliki legitimasi yang kuat. Masyarakat sipil seperti saya masih belum memiliki kepercayaan bahwa Gibran memiliki apa yang disebut dengan dukungan yang memang cukup baik, mengingat ia menjadi calon Wakil Presiden melalui perubahan-perubahan yang ada di Mahkamah Konstitusi,” sebutnya.

Pada akhir diskusi tersebut, Ikrar mengapresiasi sosok Ketua Umum PDI Perjuangan yang konsisten dalam menegaskan pentingnya merawat dan mengawal demokrasi di Indonesia.

“Saya berani mengatakan sejak Megawati menjadi Ketua Umum, di situlah demokrasi kita berjalan dan partai bisa bertahan,” pungkasnya. (gio/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...