Sabtu
13 Desember 2025 | 11 : 36

Prof Hariyono Ajak Caleg PDI Perjuangan Terpilih Implementasikan Pancasila dalam Praktik

pdip-jatim-240806-prof-hariyono-bimtek-1

MALANG – Rektor Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. minta para Calon Anggota Legislatif Terpilih dari PDI Perjuangan se-Jawa Timur untuk tidak hanya menjadi Pancasila sebagai slogan belaka. Namun juga diimplementasikan dalam praktik.

“Bahwa Pancasila sebagai ideologi itu seringkali kita mendengar slogan selalu dibawa hingga mati, tetapi dari praktiknya berbeda,” kata Prof. Hariyono dalam kegiatan Pembekalan Caleg Terpilih PDI Perjuangan se-Jatim di Ballroom Harris Hotel, Kota Malang, Selasa (6/8/2024).

Terlebih sebagai calon penyelenggara negara, seorang anggota legislatif diwajibkan untuk memahami cita-cita dan visi Indonesia merdeka untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Oleh karena itulah, kata Prof. Hariyono, Pancasila sebagai ideologi negara tidak bisa dijadikan sebagai sebuah slogan belaka.

Baca juga: Pembekalan Caleg DPRD Terpilih, Untari Ingatkan Agar Tidak Berhenti Pada Zona Nyaman

Namun harus diwujudkan dengan tindakan dan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari seluruh masyarakat Indonesia.

Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menekankan bahwa pengamalan ideologi Pancasila itu haruslah beriringan dengan spirit zaman yang dinamis.

Seperti dengan meningkatkan kapasitas SDM masyarakat serta pengembangan riset dan teknologi.

“Tantangan-tangan kita kalau kita ingin menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang progresif itu, maka Pancasila harus menjadi landasan berpikir kita. Utamanya dalam pengambilan kebijakan dan pembuatan peraturan perundang-undangan, sehingga juga menumbuhkan jiwa bangsa yang inovatif dan kreatif,” tegas dia.

Terlebih sebagai seorang legislator, harus menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam pembangunan. Sehingga dalam penyusunan regulasi dan melakukan fungsi penganggaran benar-benar berorientasi kepada kemajuan masyarakat.

“Contohnya Bansos, penting bahwa orang-orang yang miskin harus dibantu. Tetapi kita harus berpikir jangka panjang, apakah dengan Bansos bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Maka anggaran pendidikan kita harus ditingkatkan sehingga kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” pungkasnya. (ace/pr)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wabup Antok Tekankan Pendidikan Integritas Sejak Dini pada Peringatan Hakordia di Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara ...
KRONIK

Novita Hardini Bersama Kemenekraf Gelar Workshop untuk Pegiat Kriya

MAGETAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menggelar workshop ekonomi kreatif pegiat kriya, di Hotel Bukit ...
SEMENTARA ITU...

DPRD Apresiasi Relokasi Pedagang Kesamben, Minta Pemkab Blitar Sempurnakan Fasilitas di Pasar Sementara

BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan ...
KRONIK

Ini, Agenda Pertemuan Bupati Ipuk dengan Jajaran Direksi InJourney

JAKARTA – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus berupaya memperkuat peningkatan ekonomi daerah melalui ...
EKSEKUTIF

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi ...
SEMENTARA ITU...

Pemerataan Pembangunan, Mas Ipin Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sidrap

TRENGGALEK – Satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan akan bertransmigrasi ke Provinsi Sulawesi ...