Senin
27 Juli 2026 | 5 : 17

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Polemik Perubahan SMAN 1 Bangil jadi Taruna Madani, Alumni Wadul Andri Wahyudi

pdip-jatim-dprd-kabupaten-pasuruan-040122-andri-wahyudi-a

KABUPATEN PASURUAN – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi menerima aduan sejumlah alumni SMAN 1 Bangil Kabupaten Pasuruan di ruangan pimpinan DPRD.

Mereka mengadu terkait upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mentransformasikan SMAN 1 Bangil menjadi sekolah Taruna Madani yang dinilai akan merugikan masyarakat Kecamatan Bangil dan sekitarnya yang masuk wilayah zonasi sekolah.

Sebab, SMAN 1 Bangil adalah satu-satunya SMA bestatus negeri di Kecamatan Bangil.

“Ini perlu dilakukan kajian yang matang. Sebab, dampaknya akan dirasakan oleh anak–anak didik di sekitar bangil, mereka akan kesulitan melanjutkan jenjang yang lebih tinggi karena penerimaan siswa pakai sistem zonasi. Selain itu kouta penerimaan siswa baru di SMAN Bangil akan berkurang hampir separuh karena akan diisi oleh siswa Taruna Madani, lantas mereka mau sekolah di mana,” jelas Jubir Alumni SMAN 1 Bangil, Sifak.

Sebagai masyarakat Kabupaten Pasuruan, para alumni SMAN 1 Bangil tidak anti dengan adanya SMAN Taruna Madani yang bermodel boarding school tersebut. Namun karena SMAN Madani mentrasformasi SMAN 1 Bangil, ini mengundang gejolak perlawanan.

Diketahui jika program yang digagas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tersebut akan dilaksanakan  pada tahun 2022 ini.

Para alumni dan masyarakat pun menyayangkan karena kebijakan transformasi tersebut dinilai belum disosialisasikan kepada masyarakat dan terkesan dipaksakan.

“Ada tiga poin penting yang menjadi tuntutan para alumni SMAN 1 Bangil. Pertama, tidak mengotak atik SMAN 1 Bangil karena sekolah sudah berdiri sejak 1941, harus ada sosialisasi kepada masyarakat serta harus ada kajian akademik,” tegasnya.

Menanggapi aduan itu, Andri Wahyudi yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, terlebih dulu menjelaskan SMAN Taruna Madani yang akan ditransformasikan ke SMAN 1 Bangil adalah sekolah yang mensinergikan pendidikan akademik, kesamaptaan dan keimanan.

Upaya itu dinilai Pemprov Jatim untuk menciptakan SDM unggul, modal dasar kemajuan bangsa. Dan itu akan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023.

“Namun dari aduan yang kami terima terima, program tersebut tidak dilakukan sosialisasi terlebih dahulu, sehingga melahirkan kekhawatirkan masyarakat lantaran berkurangnya kuota penerimaan siswa. Ini harus secepatnya dicarikan solusi,” jelas Andri Wahyudi, Selasa (4/1/2022).

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri menegaskan akan memperjuangkan keluhan masyarakat Kecamatan Bangil dan sekitarnya yang disampaikan kepdanya pada Sabtu lalu.

“Karena kebijakan SMA berada di Pemprov, maka saya bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Pasuruan akan menyampaikan ke Fraksi PDI Perjuangan Provinsi Jatim. Agar gejolak SMAN 1 Bangil tidak berkepanjangan,” tandasnya. (moc/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Kediri Jadikan Kudatuli Momentum Menjaga Hak Rakyat dan Demokrasi

KEDIRI – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto, menegaskan peringatan 30 tahun peristiwa ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Madiun Targetkan Musran Rampung Awal Agustus, Percepat Konsolidasi hingga Desa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menargetkan seluruh pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) rampung ...
KABAR CABANG

Tak Lupa Kudatuli, Kader-Kader DPC Kota Pasuruan Nobar Film Dokumenter dan Sarasehan

KOTA PASURUAN – Tiga dekade berlalu sejak peristiwa Kuda Tuli (Kerusuhan 27 Juli 1996), ingatan akan momen kelam ...
KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...