Jumat
24 Juli 2026 | 1 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pidato Bung Karno Bekal Setiap Bangsa untuk Menata Kehidupan Lebih Baik

pdip-jatim-mega-pidato-BK

JAKARTA – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyebut tiga pidato Presiden pertama RI Soekarno sebagai “Tiga Tinta Emas Abad 20”.

Tiga pidato itu berjudul “Unity in Diversity Asia Africa” saat Konferensi Asia Afrika (KAA) p18-24 April 1955 di Bandung, “To Build The World a New” pada Sidang Umum PBB 1960, dan   pidato “New Emerging Forces” pada KTT Non Blok di Beograd, Serbia, tahun 1961.

Menurut Megawati, ketiga pidato Soekarno adalah bekal setiap bangsa untuk menata kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Saatnya kita harus menengok dan mau belajar dari sejarah. Jelas bukan hanya Indonesia, tapi dunia yang membutuhkan arsip pidato Bung Karno sebagai ingatan kolektif,” ujar Megawati, saat memberikan sambutan peluncuran buku ‘Pidato 29 Pemimpin Asia Afrika di Konferensi Asia Afrika 1955’ di Auditorium LIPI, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Megawati mengatakan, konferensi KAA di Bandung merupakan salah satu peristiwa penting abad 20. KAA diikuti 200 delegasi dari 29 negara. Saat itu, kata Megawati, Soekarno menekankan tidak ada tugas yang lebih penting daripada memelihara perdamaian.

“Tanpa perdamaian, kemerdekaan kita jadi tidak bermakna. Perbaikan dan pembangunan negara kita kehilangan makna,” kata Megawati, menirukan pidato Soekarno.

Pada pidatonya di Sidang Umum PBB, lanjut Megawati, Soekarno mengungkapkan, dirinya tidak menginginkan dunia dibelah dalam dua blok.

Bung Karno menginginkan adanya suatu tata dunia baru dan semangat “to build the world anew”. “Dunia yang kokoh, kuat dan sehat. Dunia tempat semua hidup dalam damai dan persaudaraan,” tuturnya.

Sementara itu, dalam KTT Non-Blok di Beograd, Soekarno menegaskan politik non-blok adalah pembaktian Indonesia secara aktif kepada perjuangan yang luhur untuk kemerdekaan, perdamaian, keadilan sosial dan kebebasan untuk merdeka.

Pada kesempatan itu, Megawati menceritakan pengalamannya saat menjadi delegasi termuda dalam KTT Gerakan Non Blok di Beograd.  Saat itu ia mendampingi ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno.

Menurut Megawati, ketika hadir dalam konferensi umurnya masih berusia 14 tahun. “Saya adalah delegasi termuda. Masih terekam jelas dalam ingatan bagaimana peristiwa penting itu terjadi, yang juga membentuk karakter saya dalam berpolitik,” ungkapnya.

Megawati mengungkapkan bahwa dirinya rindu perdebatan argumentatif para pemimpin bangsa yang penuh martabat, saling menghormati sekaligus rasional dan penuh belarasa.

“Saya saksikan, saya ikuti dan saya catat langsung perdebatan antara tokoh tokoh pelopor Gerakan Non-Blok,” ungkapnya.

Selain Soekarno, dalam konferensi tersebut hadir Presiden Yugoslavia Joseph Broz Tito, Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, Presiden Mesir Gamal Abdul Naser dan Presiden Ghana Kwame Nkrumah.

Kelima tokoh tersebut memainkan peran penting pula dalam Sidang Umum PBB ke XV. “Saya jadi delegasi termuda waktu itu. Saya harus duduk dengan Nasser dan Nehru, rasanya usia saya tambah tua,” kata Megawati. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Pedagang Pasar Baru Magetan Cemas Tergusur Rencana Pembangunan Bioskop, DPRD Turun Tangan

MAGETAN – Kawasan Pasar Baru Magetan kembali menjadi sorotan. Belum usai persoalan penataan parkir, kini muncul ...
KABAR CABANG

PDIP Trenggalek Mulai Musran-Musanran, Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek memulai Musyawarah Ranting dan Musyawarah Anak Ranting dari Kecamatan ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tertibkan Parkir Surabaya, 250 Lokasi Disegel dan Makam Keputih Terapkan Gate System

Pemkot Surabaya menertibkan pengelolaan parkir dengan menyegel 250 lokasi yang belum berizin serta menerapkan gate ...
LEGISLATIF

Hari Anak Nasional, Kanang Berbagi Motivasi kepada Wali Murid SDN Margomulyo 2 Ngawi

NGAWI – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SDN Margomulyo 2 Ngawi. ...
LEGISLATIF

Dukung Sekolah Terintegrasi, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Malang Tolak Pengambilalihan Aset Daerah

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Rakyat, ...
RUANG MERAH

Menghitung Genarasi Emas dari Lambung

Oleh Martin Rachmanto ADA sebuah fragmen ingatan yang abadi dari dekade 1950-an, ketika halaman Istana Negara belum ...