oleh

Petik Jambu Kristal Trucuk, Wisata Pertanian yang Lagi Hits

-UMKM-31 kali dibaca

BOJONEGORO – Sutarti (39) petani Jambu Kristal asal Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, mengaku saat ini dirinya memiliki sekitar 150  pohon di Lahan seluas 1.500 m2. Setiap pohon bisa menghasilkan 20 kg Jambu Kristal.

“Untuk sekali panen, rata-rata bisa menghasilkan sebanyak 2 kuintal Jambu Kristal. Alhamdulillah tahun ini hasilnya banyak. Pembelinya juga ramai dari berbagai daerah yang sengaja datang untuk menikmati jambu kristal khas Desa Padang dengan memetik sendiri di kebun, ” tutur Sutarti.

Desa Padang memang menyimpan potensi wisata dari hasil pertanian milik warga. Di desa yang tidak jauh dari Pusat Kota Bojonegoro itu, lagi ramai dengan wisata petik buah Jambu Kristal (Jambu Biji). Usaha wisata pertanian ini, membuat para petani meraup hasil jutaan rupiah dari jualan jambu itu.

Para pembeli pun memilih menikmati sensasi petik buah Jambu Kristal khas Desa Padang itu. Mereka berasal dari Tuban, Ngawi, Blora, dan Rembang.

Tumbuhan yang memiliki nama latin Psidium Guajava itu, bisa berbuah sekitar 2-3 tahun setelah ditanam. Beberapa warga di sana banyak memanfaatkan lahannya untuk ditanami Jambu Kristal. Harga buah tersebut cukup terjangkau, yaitu Rp15 ribu per kilogram.

Setidaknya dalam satu tahun, tambah Sutarti,  Jambu Kristal bisa dipanen dua kali. Total tahun ini dirinya bisa memanen Jambu Kristal sekitar 2,5 ton. Dari hasil berjualan Jambu Kristal tersebutmampu meningkatkan perekonomian keluarganya. Hasil penjualan Jambu Kristal juga untuk menyekolahkan kedua anaknya yang saat ini duduk di bangku SMP dan Madarasah Ibtidaiyah (MI).

“Dulu saya hanya seoarang ibu rumah tangga. Sekarang jadi penjual Jambu Kristal, ” kenang Sutarti.

Sementara Kepala Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Subagyo, mengaku sangat bangga dengan warganya yang sekarang ini banyak menjadi petani Jambu Kristal. Menurut Subagyo, sebelumnya lahan warga di desanya banyak yang ditanami Jagung, namun hasilnya tidak begitu menguntungkan. Kemudian mereka menanaminya dengan Jambu Kristal, ternyata hasilnya lebih menguntungkan.

“Semoga ke depan bisa diikuti oleh warga Desa Padang yang lainnya, khususnya warga yang masih memiliki lahan yang kosong agar dijadikan kebun jambu sehingga nantinya Desa Padang menjadi sentra jambu kristal, ” beber Subagyo.

Untuk menjaga agar hasil produksi para petani jambu kristal tersebut agar stabil, pihaknya juga menggandeng Penyuluhan Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro, untuk memberikan penyuluhan atau masukan kepada para petani, bagaimana cara mengatasi hama dan lain-lain agar produksi jambu kristal bisa maksimal.

Camat Trucuk, Heru Sugiarto membeberkan, bahwa di Kecamatan Trucuk saat ini total ada seluas 24 hektare lahan kebun yang ditanami Jambu Kristal. Lahan itu tersebar di tiga desa, yaitu Desa Padang, Desa Mori, dan Desa Pagerwesi.

“Uuntuk sentral (pusat) Jambu Kristal ini paling banyak di Desa Padang. Kurang lebih ada 17 hektare lahan yang ditanami Jambu Kristal dengan rincian 300 petani produktif,” tutur pria yang pernah aktif di PDI Perjuangan sebelum akhirnya memilih jalan menjadi ASN.

Menurut Heru, produksi jambu kristal dari Kecamatan Trucuk setiap tahun mencapai sekitar 540 ton.

“Tentunya ini akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan perekonomian warga,” tegas Heru. (sut/set)

Komentar