Minggu
19 April 2026 | 6 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peserta Senam Sicita Merahkan Bumi Bung Karno

pdip-jatim-220520-secita-blitar-kota-1

BLITAR – Peserta Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) memerahkan Bumi Bung Karno, di Kota maupun Kabupaten Blitar, Jumat (20/5/2022).

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar senam kebugaran tersebut di halaman Gedung Kesenian Kota Blitar. Sedang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar memusatkan senam Sicita di Lapangan Kanigoro.

Di Kota Blitar, kegiatan tersebut diikuti ratusan kader Banteng dan masyarakat umum. Ketua DPC Kota Blitar, Syahrul Alim mengatakan bahwa senam Sicita ini dilakukan secara serentak oleh PDI Perjuangan di seluruh Indonesia.

“Peserta senam Sicita ini mulai dari simpatisan, kader dan struktural Partai. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan daerah masing-masing, yakni pukul 7 pagi untuk daerah WIB, pukul 8 pagi untuk WITA dan pukul 9 untuk WIT,” jelas Syahrul.

Terlihat di lokasi, halaman Gedung Kesenian Kota Blitar, ratusan warga berkostum warna merah dengan semangat menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik senam yang diputar. Syahrul memaparkan jika pelaksanaan senam hari ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Sebab, pada saat geladi resik yang dilakukan sehari sebelumnya jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri sebanyak 250-an, dari target peserta 200 orang. Tetapi saat hari pelaksanaan, jumlah peserta ternyata mencapai kurang lebih 500 orang.

Hal tersebut tentunya membuat ketua DPRD Kota Blitar ini menjadi lebih semangat lagi, karena tujuan diadakannya senam ini adalah untuk memecahkan rekor MURI dengan jumlah peserta senam terbanyak.

“Dengan demikian, kami berharap masyarakat dapat mengambil nilai semangat untuk menjalani hidup sehat. Terutama setelah adanya kasus pandemi Covid 19 tahun kemarin,” ujarnya.

Dalam senam Sicita ini kami juga memberikan puluhan hadiah dan bingkisan untuk menambah semangat bagi para peserta senam,” imbuh dia.

Ada yang menarik dari pelaksanaan senam Sicita ini, yaitu musik pengiringnya terdiri dari lagu-lagu nasional yang sarat dengan nilai-nilai sejarah dan perjuangan.

Menurutnya, hal ini untuk membuka kembali ingatan generasi penerus untuk selalu tahu dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, senam Sicita yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar diikuti 200-an peserta yang dipusatkan Lapangan Kanigoro.

Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto mengatakan, partainya tidak hanya fokus pada isu-isu politik saja. Melainkan juga isu sosial, dan tidak terkecuali isu kesehatan masyarakat.

“Semoga saja dengan adanya kegiatan ini masyarakat kita semakin sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan, terutama di masa seperti ini, di mana banyak muncul penyakit-penyakit baru yang harus dihindari oleh masyarakat,” tutur politisi yang juga Ketua DPRD Kabupaten Blitar ini. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Hari Kartini 2026, Yudi Meira Tegaskan Peran Perempuan Strategis di PDIP Blitar

Yudi Meira tegaskan peran strategis perempuan dalam politik PDIP Blitar pada momentum Hari Kartini 2026, dorong ...
KABAR CABANG

Tari Reco Banteng Buka Musancab PDI Perjuangan Ngawi

NGAWI – Hentakan kaki para penari memecah suasana Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Minggu (19/4/2026). Irama ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Seksual, Soroti Kasus di Kampus

Puan Maharani menegaskan tidak ada toleransi terhadap kekerasan seksual di kampus dan mendorong evaluasi menyeluruh ...
EKSEKUTIF

Bongkar Fasad Eks Toko Nam, Pemkot Surabaya Kembalikan Fungsi Pedestrian

Pemkot Surabaya akan membongkar fasad eks Toko Nam di Embong Malang untuk mengembalikan fungsi pedestrian, tetap ...
KRONIK

HUT Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Momentum Perkuat Harmoni

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menghadiri perayaan HUT ke-242 Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) ...
RUANG MERAH

Setelah Persamuhan di Bandung, 71 Tahun Silam…

Oleh Eri Irawan* SETELAH persamuhan di Bandung, 71 tahun silam, dunia tidak banyak berubah. Perang Dingin memang ...