Sabtu
25 Juli 2026 | 1 : 29

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Peringati Bulan Bung Karno, Banteng Sumenep Gelar Doa Bersama dan Potong Tumpeng

PDIP-Jatim-Abrari-06062023

SUMENEP– Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar doa bersama dan potong tumpeng dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno. Acara tersebut digelar untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Proklamator RI Ir. Soekarno.

Acara yang dilangsungkan di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (6/6/2023), dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep, Abrari, Bendahara DPC PDI Perjuangan Sumenep, H Zainal Arifin, Ketua Bamusi, KH. Qusyairi dan ratusan kader serta bakal calon legislatif (Bacaleg) dari PDI Perjuangan Sumenep.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sumenep sekaligus penanggung jawab kegiatan Bulan Bung Karno, Abrari, mengatakan, acara doa bersama dan potong tumpeng digelar untuk mendoakan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Karena pada bulan Juni merupakan bulan kelahiran dan wafatnya Bung Karno.

“Apa yang hari ini kita lakukan tidak lain adalah bentuk penghormatan kita kepada Bung Karno sebagai proklamator dan pahlawan bangsa,” ujar Abrari.

Menurut Abe, panggilan akrab Abrari, Bung Karno tidak sekadar membacakan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tapi Bung Karno juga menyelamatkan makam perawi hadist sahih, yakni Imam Bukhori di Moskow.

“Pada saat itu, Pak Karno mengancam jika makam Imam Bukhari belum ditemukan, maka beliau tidak akan datang ke Rusia. Dan Rusia takut, sehingga makam Imam Bukhori tetap ada sampai saat ini. Itulah salah satu jasa keagamaan yang ditinggalkan Pak Karno,” jelasnya.

Selain itu, Bung Karno juga berjasa dalam menyelamatkan kampus ternama di dunia, yaitu kampus Al-Azhar di Mesir. Waktu itu, Presiden Mesir berencana menutup kampus Al-Azhar. Namun, Bung Karno juga mengancam jika kampus Al-Azhar ditutup, maka Soekarno tidak akan datang ke Mesir.

“Berkat ancaman Pak Karno itu, kampus Al-Azhar tidak jadi ditutup dan tetap berdiri kokoh sampai sekarang,” imbuhnya.

Karena itu, Abe mengajak seluruh kader PDI Perjuangan Sumenep untuk melestarikan apa yang telah dilakukan oleh Putra Sang Fajar itu. Sebab, PDI Perjuangan tidak semata-mata urusan nasionalisme dan kebangsaan, tetapi juga urusan religiusitas.

“Makanya, PDI Perjuangan Sumenep merasa penting dan perlu didengar oleh siapapun bahwa PDI Perjuangan tidak hanya pro nasionalisme, tetapi juga menganggap penting adanya konsep religiusitas kebangsaan kita,” tandasnya. (set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Penjaringan Calon Ketua Ranting se-Kecamatan Pagerwojo, Ratusan Gen Z dan Perempuan Muncul

TULUNGAGUNG – Penjaringan calon Ketua Ranting di 11 desa se-Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung berlangsung ...
EKSEKUTIF

Gedung Setda Kabupaten Kediri Kembali Beroperasi, Mas Dhito Minta Pelayanan Publik Lebih Maksimal

KEDIRI – Gedung Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kediri kembali difungsikan setelah rampung ...
KRONIK

Lewat RedTalks, PDI Perjuangan Jatim Ingin Serap Kritik dan Harapan Masyarakat

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menjadikan RedTalks sebagai ruang menyerap kritik, saran, dan harapan masyarakat ...
KRONIK

Sekjen PDI Perjuangan Soroti Melemahnya Independensi Lembaga Negara

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai kualitas demokrasi Indonesia mengalami ...
KRONIK

Hasto: PDI Perjuangan dan NU Disatukan Sejarah Perjuangan Bangsa Sejak Era Bung Karno

JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan hubungan PDI Perjuangan dengan ...
LEGISLATIF

Budi Leksono Minta Pemkot Surabaya Perkuat Sosialisasi Aturan Parkir Persil

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono meminta Pemerintah Kota Surabaya memberikan pemahaman yang ...