Rabu
16 September 2026 | 11 : 07

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Percepat Penanganan Longsor di 2 Kecamatan, Bupati Maryoto Kerahkan Alat Berat

pdip-jatim-maryoto-tinjau-longsir-170621-1

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mendatangkan alat berat backhoe loader untuk mempercepat penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo, Kamis (17/6/2021).

Penanganan secara cepat ini agar masyarakat setempat yang terdampak bencana alam dapat beraktifitas kembali seperti biasa.

“Kami sudah minta agar alat berat backhoe loader didatangkan ke lokasi longsor. Begitu pun pada PLN, kami minta segera melakukan pembenahan terhadap tiang-tiang listrik yang roboh. Akibat longsor dan robohnya tiang listrik saluran listrik di rumah-rumah warga juga terputus,” ujar Maryoto usai meninjau lokasi longsor, di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Kamis (17/6/2021).

Selain itu, tanah longsor juga membuat saluran pipa PDAM Tulungagung putus. Akibatnya, pasokan air pada pelanggan PDAM utamanya di daerah Kota Tulunggung terhenti.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, diperlukan bantuan dan dukungan semua pihak dalam penanganan bencana longsor yang menimpa sembilan titik di Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo.

“Semua fasilitas vital yang terkena longsoran segera harus dapat ditangani dan hari ini juga dibenahi secara bersama-sama,” tandasnya.

Menurutnya, ada beberapa fasilitas vital yang terkena longsoran tanah dan sangat berdampak pada masyarakat setempat. Di antaranya jalan dan jembatan yang putus, tiang listrik roboh serta pipa PDAM Tulungagung putus.

Dia menyebutkan, dari sembilan titik bencana alam yang terjadi di dua kecamatan itu yang terparah terjadi di Desa Nglurup. “Wilayah Desa Nglurup sampai terisolir akibat tanah longsor itu. Ada 270 warga Desa Nglurup yang terdampak,” beber Maryoto.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat, utamanya di wilayah Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo untuk lebih berhati-hati. Meski saat ini sedang musim kemarau, tetapi hujan dua hari yang mengguyur dua kecamatan tersebut dapat mengakibatkan tanah longsor.

“Saya minta berhati-hati apalagi dalam membangun rumah. Kemiringannya diperhatikan. Kalau rawan jangan ditempati sebagai tempat tinggal,” imbaunya. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Kawal Penyaluran Air, Natasha Devianti Pastikan Bantuan Masuk Wilayah Kekeringan Bojonegoro

BOJONEGORO – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Natasha Devianti, bergerak, mengawal penyaluran air bersih ...
EKSEKUTIF

Rijanto Cek Jalan dan Jembatan di Blitar, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Bermanfaat

BLITAR — Bupati Blitar Rijanto turun langsung mengecek progres pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah ...
KRONIK

Mengurai Ruwet Distribusi Pupuk Subsidi di Magetan, dari Kendala NIK Petani hingga Jumlah Poktan

MAGETAN – Persoalan masih saja membelit di seputar pupuk bersubsidi. Meski pemerintah dan produsen menyatakan stok ...
KRONIK

KPU Kabupaten Pasuruan Kaji Penataan Dapil Pemilu 2029, DPC PDIP Sampaikan Pertimbangan Beban Anggaran

KABUPATEN ‎PASURUAN – KPU Kabupaten Pasuruan, secara internal mulai mengkaji penataan daerah pemilihan (dapil) ...
KRONIK

IKS-PI Cup 3 Jadi Ruang Pembinaan Remaja, Doding: Silat Harus Bermuara ke Prestasi  

IKS-PI Cup 3 Trenggalek menjadi ruang pembinaan pesilat muda sekaligus menekan tawuran dan kenakalan remaja. Doding ...
HEADLINE

Said Abdullah: Gaji P3K 2027 Ditanggung Pusat, Disiapkan Anggaran Rp23 Triliun

JAKARTA — Kabar baik bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Mulai 2027, gaji atau honorarium P3K ...