Sabtu
31 Oktober 2026 | 7 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Percepat Penanganan Longsor di 2 Kecamatan, Bupati Maryoto Kerahkan Alat Berat

pdip-jatim-maryoto-tinjau-longsir-170621-1

TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mendatangkan alat berat backhoe loader untuk mempercepat penanganan bencana tanah longsor di Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo, Kamis (17/6/2021).

Penanganan secara cepat ini agar masyarakat setempat yang terdampak bencana alam dapat beraktifitas kembali seperti biasa.

“Kami sudah minta agar alat berat backhoe loader didatangkan ke lokasi longsor. Begitu pun pada PLN, kami minta segera melakukan pembenahan terhadap tiang-tiang listrik yang roboh. Akibat longsor dan robohnya tiang listrik saluran listrik di rumah-rumah warga juga terputus,” ujar Maryoto usai meninjau lokasi longsor, di Desa Nglurup, Kecamatan Sendang, Kamis (17/6/2021).

Selain itu, tanah longsor juga membuat saluran pipa PDAM Tulungagung putus. Akibatnya, pasokan air pada pelanggan PDAM utamanya di daerah Kota Tulunggung terhenti.

Menurut kader PDI Perjuangan ini, diperlukan bantuan dan dukungan semua pihak dalam penanganan bencana longsor yang menimpa sembilan titik di Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo.

“Semua fasilitas vital yang terkena longsoran segera harus dapat ditangani dan hari ini juga dibenahi secara bersama-sama,” tandasnya.

Menurutnya, ada beberapa fasilitas vital yang terkena longsoran tanah dan sangat berdampak pada masyarakat setempat. Di antaranya jalan dan jembatan yang putus, tiang listrik roboh serta pipa PDAM Tulungagung putus.

Dia menyebutkan, dari sembilan titik bencana alam yang terjadi di dua kecamatan itu yang terparah terjadi di Desa Nglurup. “Wilayah Desa Nglurup sampai terisolir akibat tanah longsor itu. Ada 270 warga Desa Nglurup yang terdampak,” beber Maryoto.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat, utamanya di wilayah Kecamatan Sendang dan Kecamatan Pagerwojo untuk lebih berhati-hati. Meski saat ini sedang musim kemarau, tetapi hujan dua hari yang mengguyur dua kecamatan tersebut dapat mengakibatkan tanah longsor.

“Saya minta berhati-hati apalagi dalam membangun rumah. Kemiringannya diperhatikan. Kalau rawan jangan ditempati sebagai tempat tinggal,” imbaunya. (atu/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...
KRONIK

Hari Jadi Sumenep ke-757, Bupati Fauzi Ziarah ke Makam Raja-Raja

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak masyarakat menjadikan sejarah dan perjuangan para ...
KRONIK

Dukung 18 Tuntutan Mahasiswa, DPRD Jember Siapkan Surat ke Pemerintah Pusat

JEMBER – DPRD Jember berjanji meneruskan 18 tuntutan mahasiswa kepada pemerintah pusat. Namun, lembaga legislatif ...