oleh

Penataan Permukiman Kumuh Jadi PR Pemkot Surabaya

pdip-jatim-armuji-04SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan, penataan permukiman kumuh masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, meski banyak kampung dan permukiman warga telah ditata.

Pengelolaan kota yang baik, menurut Armuji, harus tetap mengedepankan penataan permukiman tanpa harus selalu memindahkan. Salah satu rekomendasi Prepcom 3 inilah yang akan didorong untuk bisa dilaksanakan pula di Surabaya.

Dalam menata kawasan kumuh, dia menyebut negara Thailand yang berhasil menata beberapa kawasan kumuh, khususnya daerah pinggiran sungai. Penataan di Thailand itu dilakukan tanpa harus memindahkan warganya.

“Saya kira ini bisa diaplikasikan di Surabaya,” kata Armuji, kemarin.

Dengan meniru Thailand, lanjut Armuji, maka penataan kampung kumuh di pinggir sungai tidak perlu dilakukan dengan penggusuran.

“Kita belajar dari Prepcom3 kali ini. Jadi tidak perlu digusur, kalaupun dipindah mungkin perlu dibikinkan bangunan dua atau tiga lantai tapi tetap berada di kawasan itu. Jadi mereka tidak terusir dari kampungnya,” ujar pria yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu.

Beberapa kawasan kumuh yang bisa ditata sebagaimana di Thailand, jelas Armuji, di antaranya adalah kawasan kumuh di Jambangan, Medokan serta Bratang.

Selain menata pemukiman, tambah Armuji, Prepcom3 juga mengajarkan banyak hal pada Surabaya. Banyak teknologi penataan kota yang bisa ditiru Surabaya.

“Banyak perguruan tinggi dari luar negeri yang juga ikut di sini. Mereka memiliki banyak solusi yang bisa diaplikasikan di sini,” kata dia.

Pihaknya mengacungi jempol pelaksanaan Prepcom 3 for Habitat III, dan menilai upaya pemkot sebagai tuan rumah sangat baik dan matang.

Surabaya sebagai tuan rumah konferensi yang diadakan 20 tahun sekali ini juga telah membuat para delegasi merasa nyaman dan senang. Menurut Armuji, mereka sudah melihat sendiri Surabaya, tentang penduduknya, juga tentang pembangunan kotanya.

Dia mengakui, dalam pelaksanaan sebuah kegiatan pasti ada kelemahannya. Armuji minta yang dilihat tidak hanya dari kelemahannya, tapi keunggulannya juga harus diapresiasi.

Pihaknya mengucapkan terima kasih pada Wali Kota Tri Rismaharini yang sudah membuat pembangunan Surabaya sangat pesat dibandingkan pembangunan kota besar lainnya.

“Sejak periode Wali Kota alm Sunarto, Pak Bambang DH dan Bu Risma, ini kemajuan Surabaya sangat pesat sekali dibanding kota lainnya,” tuturnya.

Armuji juga berpesan kepada Pemkot Surabaya agar ketertiban PKL seperti yang terlihat selama pelaksanaan Prepcom 3, harus tetap dipertahankan seterusnya. (goek)