Jumat
25 September 2026 | 11 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkot Surabaya Harus Perhatikan Pensiunan Honorer Daerah

pdip-jatim-adi-sutarwijono-bimtek

pdip-jatim-adi-sutarwijono-bimtekSURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Adi Sutarwijono minta pemerintah kota setempat memperhatikan pensiunan pegawai honorer daerah (honda).

Sebab, sejak purnatugas sekitar lima tahun lalu, sampai sekarang mereka belum mendapatkan pesangon. Padahal, ungkap Adi Sutarwijono, klausul pesangon itu tertera di SK pengangkatan mereka sebagai pegawai honda.

“Komisi A DPRD Surabaya segera memanggil Asisten I Sekkota, Badan Kepegawaian Daerah, serta Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan. Kami minta mereka memberi solusi soal pensiunan pegawai honda yang menuntut pesangon,” kata Adi Sutarwijono, Sabtu.

Wakil Ketua Komisi A ini mengungkapkan, pemanggilan itu akan dilakukan pekan depan.  “Harapan kami, setidaknya ada dukungan dari pemkot bagi bekas pegawainya yang sudah mengabdi puluhan tahun ini. Entah memang memungkinkan pembayaran pesangon, atau diikutkan program sosial tertentu,” terangnya.

Persoalan ini diketahui anggota Komisi A ketika pensiunan honda ini mengadukan nasibnya ke dewan. Perwakilan honda dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersebut diterima legislator Komisi A pada Selasa (30/8/2016).

Pegawai honda yang sudah mengakhiri pengabdiannya lima tahun lalu itu berharap wakil rakyat bisa memperjuangkan nasib mereka mendapatkan haknya.

Adi Sutarwijono mengaku prihatin atas nasib para pensiunan honda tersebut. Pasalnya, sebagian besar mereka adalah warga kurang mampu yang rata-rata tidak memiliki rumah dan hidup di rumah kos atau kontrakan.

Pemkot Surabaya, tambah Awi, sapaan akrabnya, harus mau mendengar keluh kesah mereka. Sebab, ujarnya, bagaimana pun pensiunan honda itu pernah ikut berjasa bagi pembangunan kota.

Saat masih aktif sebagai pegawai honda, ujar Awi, mereka memang tidak berada di posisi strategis. Sebab, mereka hanyalah tukang bersih-bersih, anggota Satpol PP, dan juru parkir.

Meski begitu, pria yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini memandang peran mereka tetap vital bagi kemajuan Kota Pahlawan. Hal inilah yang menurut dia, harus diapresiasi pemkot.

“Setidaknya ada upaya untuk mengajak mereka berdialog. Kalaupun pesangon tidak bisa, mungkin ada solusi lain. Misalnya apakah ada program pengaman sosial yang memungkinkan untuk mereka, sehingga di sisa hidup ini mereka tidak telantar,” tuturnya.

Mantan wartawan ini menyebut, sedikitnya ada 59 pensiunan honda yang kini menunggu kepastian pesangon. Mereka rata-rata sudah mengabdi kepada pemerintah kota antara 20 tahun sampai 30 tahun di berbagai bidang, mulai honorer kelurahan sampai petugas kebersihan terminal. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...