Kamis
11 Juni 2026 | 3 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemkab Lamongan Fokuskan Kajian Risiko Bencana 2026 sebagai Strategi Jangka Panjang Atasi Banjir Bengawan Jero

IMG-20260120-WA0013_copy_838x492

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kini punya jurus baru dalam menangani masalah banjir menahun di kawasan Bengawan Jero. Tak lagi sekadar fokus pada penyaluran bantuan sembako, Pemkab mulai beralih ke langkah strategis: menyusun “peta jalan” permanen lewat kajian risiko bencana.

​Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar, saat menyalurkan bantuan 5 ton beras KORPRI untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).

Dirham menyebut, langkah ini diambil agar penanganan banjir tidak lagi bersifat reaktif, tapi terukur dan jangka panjang.

​Bukan Sekadar Studi, Tapi Peta Jalan Kebijakan

​Wabup Dirham mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkab telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menyusun dokumen kajian risiko bencana. Dokumen ini nantinya akan memetakan titik mana saja yang rawan dan apa jenis risiko spesifik di tiap wilayah.

​”Kajian risiko bencana ini berupa dokumen studi yang memetakan daerah rawan. Harapannya, ke depan kita punya perencanaan lebih matang, mulai dari pembangunan infrastruktur, penambahan pompa, hingga penyediaan alat siaga seperti perahu karet,” ujar Dirham.

​Menariknya, dokumen ini bukan sekadar menjadi “pajangan” di atas meja. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar utama pengambilan kebijakan pembangunan. Bahkan, warga bisa mengusulkan penanganan bencana berbasis data tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa untuk tahun anggaran 2027.

​Ikhtiar Pompa: Lembur Hingga Jam 8 Malam

​Meski fokus pada rencana jangka panjang, aksi darurat di lapangan tetap dipacu. Selain telah menyalurkan total 15 ton beras ke berbagai kecamatan terdampak, Pemkab Lamongan juga “memaksa” mesin pompa pembuangan air bekerja lebih keras.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua Dewan KORPRI, M. Nalikan, menyebut jam operasional pompa kini ditambah demi menekan debit air di Bengawan Jero yang kerap meluap.

​”Biasanya pemompaan dilakukan sampai pukul 17.00 WIB, namun sekarang kita perpanjang hingga pukul 20.00 WIB. Ini ikhtiar kita untuk mempercepat penurunan debit air,” jelas Nalikan.

​Target: Solusi Permanen untuk Warga

​Sinergi antara bantuan logistik, kerja lembur mesin pompa, dan penyusunan dokumen kajian risiko bencana ini diharapkan menjadi solusi “satu paket” bagi Lamongan. Dengan data yang akurat dari kajian tahun 2026, Pemkab optimis masalah banjir Bengawan Jero yang menjadi keluhan rutin warga bisa tertangani secara sistematis dan permanen di masa depan.(mnh/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Abidin Fikri Raih Gelar Doktor dengan Predikat Cumlaude, Soroti Ketimpangan Distribusi Tenaga Medis

JAKARTA – Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Jakarta resmi meluluskan Abidin Fikri dalam ...
LEGISLATIF

Komisi II DPRD Ngawi Sidak SPMB, Temukan Kesenjangan Jumlah Pendaftar Antar Sekolah

NGAWI – Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SMP Negeri di wilayah ...
KABAR CABANG

Dapur Umum DPC Sidoarjo Mengepul, Bagikan Ratusan Nasi Kotak untuk Pekerja Jalanan

SIDOARJO – Dapur Umum DPC PDI Perjuangan Sidoarjo kembali mengepul. Ratusan kotak nasi beserta lauk dibagikan ...
KABAR CABANG

Tantri Bararoh: Pelemahan Rupiah Harus Dijawab dengan Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Tantri Bararoh mengingatkan pelemahan rupiah berpotensi menekan daya ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Pastikan Layanan Kesehatan Warga Banyakan Tetap Berjalan Pasca Puskesmas Tiron Terbakar

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memastikan layanan kesehatan bagi warga Kecamatan Banyakan tetap berjalan ...
KRONIK

Bupati Sumenep Tegaskan Sinergi dengan TNI AL Perkuat Kemajuan Daerah Maritim

SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI ...