LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan kini punya jurus baru dalam menangani masalah banjir menahun di kawasan Bengawan Jero. Tak lagi sekadar fokus pada penyaluran bantuan sembako, Pemkab mulai beralih ke langkah strategis: menyusun “peta jalan” permanen lewat kajian risiko bencana.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar, saat menyalurkan bantuan 5 ton beras KORPRI untuk warga terdampak banjir di Kecamatan Deket, Senin (19/1/2026).
Dirham menyebut, langkah ini diambil agar penanganan banjir tidak lagi bersifat reaktif, tapi terukur dan jangka panjang.
Bukan Sekadar Studi, Tapi Peta Jalan Kebijakan
Wabup Dirham mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkab telah mengalokasikan anggaran khusus untuk menyusun dokumen kajian risiko bencana. Dokumen ini nantinya akan memetakan titik mana saja yang rawan dan apa jenis risiko spesifik di tiap wilayah.
”Kajian risiko bencana ini berupa dokumen studi yang memetakan daerah rawan. Harapannya, ke depan kita punya perencanaan lebih matang, mulai dari pembangunan infrastruktur, penambahan pompa, hingga penyediaan alat siaga seperti perahu karet,” ujar Dirham.
Menariknya, dokumen ini bukan sekadar menjadi “pajangan” di atas meja. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar utama pengambilan kebijakan pembangunan. Bahkan, warga bisa mengusulkan penanganan bencana berbasis data tersebut melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa untuk tahun anggaran 2027.
Ikhtiar Pompa: Lembur Hingga Jam 8 Malam
Meski fokus pada rencana jangka panjang, aksi darurat di lapangan tetap dipacu. Selain telah menyalurkan total 15 ton beras ke berbagai kecamatan terdampak, Pemkab Lamongan juga “memaksa” mesin pompa pembuangan air bekerja lebih keras.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua Dewan KORPRI, M. Nalikan, menyebut jam operasional pompa kini ditambah demi menekan debit air di Bengawan Jero yang kerap meluap.
”Biasanya pemompaan dilakukan sampai pukul 17.00 WIB, namun sekarang kita perpanjang hingga pukul 20.00 WIB. Ini ikhtiar kita untuk mempercepat penurunan debit air,” jelas Nalikan.
Target: Solusi Permanen untuk Warga
Sinergi antara bantuan logistik, kerja lembur mesin pompa, dan penyusunan dokumen kajian risiko bencana ini diharapkan menjadi solusi “satu paket” bagi Lamongan. Dengan data yang akurat dari kajian tahun 2026, Pemkab optimis masalah banjir Bengawan Jero yang menjadi keluhan rutin warga bisa tertangani secara sistematis dan permanen di masa depan.(mnh/hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













