oleh

Pelaku UMKM Kuliner Kota Madiun Ini Makin Dikenal Sejak Gabung PDI Perjuangan

-Berita Terkini, UMKM-79 kali dibaca

KOTA MADIUN – Bagi Wahyu Lestari, menjadi kader PDI Perjuangan membawa berkah tersendiri. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Madiun ini mengaku, sejak dirinya bergabung menjadi bagian dari perjuangan partai berlambang kepala banteng, usaha kuliner yang ia kelola bersama ibunya semakin dikenal masyarakat luas. 

Perempuan yang akrab disapa Lestari ini mengatakan, bergabung dengan PDI Perjuangan sangat berperan dalam mengembangkan usahanya. Dia akhirnya jadi banyak kenalan. 

Pun, dari teman-temannya di partai yang memesan produknya. Bahkan, tak jarang, mereka ikut membantu dalam mempromosikan produk-produk kuliner milik Lestari. 

“Sejak bergabung bersama PDI Perjuangan, saya jadi banyak kenalan. Dan temen-temen di partai yang sudah pernah pesan produk saya itu ikutan mempromosikan kepada teman-temannya. Jadi makin lama produk saya makin dikenal,” ujar Lestari ditemui di rumahnya di Jalan Kertomanis No.3 Perumnas Manisrejo I Kota Madiun, Jumat (19/3/2021).

Selain itu, peran Pemerintah Kota Madiun, khususnya Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya yang membantu mempromosikan makanan dan minuman buatannya lewat media sosial benar-benar dirasakan berdampak positif bagi perempuan kelahiran 1994 ini. 

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Promosi lewat medsos, dan yang ikut mempromosikan adalah seorang tokoh, sangat membantunya dalam menjaring pelanggan untuk memesan produk buatannya. 

“Dulu pemasarannya masih konvensional, sehari ya nggak seberapa, kalau sekarang sudah terima pesanan online. Biasanya sehari bisa dapat pesanan antara 20-25 piece,” ungkapnya. 

Istri Nandra Edi Kuncoro ini bercerita, usahanya tersebut dirintis oleh Pariyem, ibunya, sejak 15 tahun silam. Awalnya, hanya berjualan Rujak Cingur dan Gado-Gado saja. Namun, setelah lulus SMA, Lestari kemudian berduet dengan sang ibu melanjutkan usaha tersebut, hingga sekarang. 

Kini, usaha kuliner yang ia namakan “Lestari Abadi Catering” tak hanya menjual Rujak Cingur dan Gado-Gado. Ada Nasi Ayam Geprek, Nasi Rendang dan aneka minuman. Bahkan, saat ini ia mulai mencoba mengembangkan sayap dengan berjualan 

Tak berbeda dengan pelaku usaha yang lain, perekonomian yang terhantam akibat pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih melanda dunia, dirasakan pula oleh ibu dua anak ini. 

Namun, kader PDI Perjuangan ini memilih untuk tidak mengeluh. Justru kondisi saat ini membuatnya terus berjuang, memutar otak agar usahanya survive di tengah badai Corona dan fluktuasi harga bahan-bahan menu kulinernya seperti sayur-sayuran, cabai, daging, dan telur ayam. 

Menyiasatinya, Lestari tidak memilih untuk menaikkan harga. Sepaket ayam geprek+minuman, dipatok harga Rp 10 ribu. Sedangkan Gado-gado, Rujak Cingur dan Nasi Rendang tanpa minuman dihargai Rp 10 ribu. 

Meski harga sangat merakyat, bukan berarti rasanya ngalor ngidul. Lestari tetap menjaga kualitas dengan tanpa menaikkan harga.

“Meski kondisinya saat ini lagi agak sulit, tapi saya tidak pernah menaikkan atau menurunkan harga. Saya percaya, Tuhan selalu memberi jalan kepada umatnya. Dan Pemerintah Kota Madiun sekarang juga sudah memberi kelonggaran kepada dunia usaha untuk kembali berjualan, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya. (ant)