Jumat
28 Agustus 2026 | 7 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Siapkan Satgas Kebudayaan, Ini Tugasnya

pdip-jatim-safari-kebangsaan-sleman3

YOGYAKARTA – PDI Perjuangan bakal membentuk satuan tugas atau satgas untuk mengawal berbagai ritual budaya. Hal ini terkait terjadinya perusakan sarana acara tradisi sedekah laut yang digelar warga di Pantai Baru, Srandakan, Bantul, pada 12 November 2018 lalu.

Rencana pembentukan satgas ini diungkapkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menggelar acara “Safari Kebangsaan” di kantor DPC PDIP Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kemarin.

“Apa yang terjadi di Bantul adalah tindakan yang merusak sendi-sendi kebudayaan bangsa. Tradisi-tradisi yang ada di masyarakat adalah nafas kebudayaan kita,” kata Hasto.

Karena itu, sebagai upaya mencegah aksi perusakan semacam itu, serta upaya yang menjurus pada pelarangan tradisi masyarakat, PDIP membentuk satgas yang melibatkan kader PDIP di tingkat ranting dan cabang.

Menurut Hasto, satgas itu akan bersama Barisan Ansor Serbaguna atau Banser dari Nadlatul Ulama (NU) untuk bergotong royong melakukan pengawasan dan pencegahan atas aksi pelarangan acara budaya.

“Jika memang terjadi, dialog tetap kami upayakan sebagai jalan keluar. Namun jika sudah mengarah pada kekuatan fisik, maka seluruh kader di tingkat ranting maupun cabang harus siap sedia. Kita harus bangga dengan kebudayaan kita,” ujarnya.

Hasto menyebut Yogyakarta sebagai ‘kota revolusi’ dan ‘kota kebudayaan’. Untuk itu, dia minta seluruh kader PDIP di Yogyakarta memelihara tradisi Jawa yang menjadi salah satu benih kebudayaan dan mengisi daya hidup Pancasila.

Untuk terus melestarikan tradisi itu dan menarik minat generasi milenial, kata Hasto, berbagai cara kreatif juga harus terus dilakukan.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DI Yogyakarta Bambang Praswanto menyatakan partainya akan tetap mengawal proses penyelesaian kasus perusakan perlengkapan sedekah laut di Bantul.

Menurut Bambang, keberhasilan aparat hukum menemukan para pelaku perusakan ini menjadi wujud upaya menyelamatkan Pancasila dari serangan ideologi lain.

“Proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada Polda yang berwenang menangani. Kami hanya ingin memastikan bahwa proses ini masih terus berjalan sampai ditemukan pelakunya,” kata dia. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...
KRONIK

Soroti 903 KK Minta Update Data, Agung Priyanto: Jangan Sampai Rakyat Kehilangan Hak Gara-Gara Desil

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Agung Priyanto, menyoroti penggunaan desil ...