Senin
19 Oktober 2026 | 3 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Jember Pastikan Kader Tak Terlibat Operasional MBG, Fokus pada Pengawasan Program

pdip-portal-1772428638414

JEMBER – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, memastikan seluruh jajaran pengurus partai di daerahnya tidak terlibat dalam pelaksanaan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya sebagai pengelola maupun pemasok di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Penegasan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang melarang kader partai mengambil keuntungan pribadi dari program prioritas nasional tersebut.

Widarto menegaskan, instruksi partai bersifat mengikat bagi seluruh struktur organisasi, mulai tingkat DPC, PAC hingga anggota fraksi di DPRD.

“Yang dilarang adalah keterlibatan kader dalam mencari keuntungan, misalnya menjadi operator dapur SPPG atau supplier bahan baku. Jangan sampai program untuk masyarakat justru dimanfaatkan demi kepentingan pribadi,” ujar Widarto, Senin (2/3/2026).

Ia memastikan hingga saat ini tidak ditemukan pengurus maupun anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember yang terlibat sebagai pengelola dapur MBG.

Menurutnya, instruksi tersebut perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan salah tafsir di masyarakat. Kader partai tetap diperbolehkan menjadi penerima manfaat program apabila memenuhi kriteria sasaran.

“Larangan itu bukan sebagai penerima manfaat. Jika anak kader memang bersekolah dan berhak menerima program, tentu tidak bisa ditolak,” jelas Wakil Ketua DPRD Jember itu.

Selain memastikan kepatuhan kader, Widarto juga menginstruksikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di daerah, terutama terkait standar kualitas gizi dan tata kelola dapur SPPG.

Ia menegaskan pengelola yang tidak memenuhi standar Badan Gizi Nasional maupun ketentuan pemerintah daerah harus ditindak tegas.

“Kalau ada SPPG yang tidak memenuhi standar, lebih baik dihentikan sementara sampai ada perbaikan dan komitmen yang jelas,” tegasnya.

Di sisi lain, Widarto juga menyoroti pentingnya transparansi pendanaan program MBG. Ia meminta pemerintah membuka secara jelas sumber anggaran program, termasuk isu pergeseran dana dari sektor pendidikan.

“Kita perlu keterbukaan kepada publik terkait sumber pendanaan. Perdebatan soal klasifikasi anggaran sah, tetapi data harus transparan,” pungkasnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Karhutla Meluas di Sejumlah Gunung Jatim, Sri Untari Dorong Penanganan Terpadu

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan ...
KRONIK

Ribuan Pelari Meriahkan Bangkalan Run 2026, Bupati Lukman: Peluang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Ribuan pelari dari berbagai daerah memeriahkan Bangkalan Run 2026 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ...
KRONIK

Apresiasi Penampilan Karya Siswa SR, Bupati Ipuk: Kami Bangga Menyaksikannya

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengaku bangga atas perkembangan siswa Sekolah Rakyat (SR) ...
KRONIK

Lulus Sekolah Pra-Pratama, Gen-Z Temukan Passion Perjuangan di PDI Perjuangan Jatim

SURABAYA – Pelatihan Sekolah Partai DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Palm Surabaya pada 17–18 Oktober 2026 ...
KRONIK

Said Abdullah Salurkan Bantuan Renovasi Rumah untuk 25 Warga Pulau Raas

SUMENEP – Sebanyak 25 warga di Kecamatan/Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, menerima bantuan dana rehabilitasi rumah ...
HEADLINE

Tuntas Pelatihan AI, PDI Perjuangan Jatim Dorong Gen Z Naik Level Pratama

SURABAYA – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sukses menyelenggarakan pelatihan kaderisasi tingkat Pra-Pratama berbasis ...