Minggu
28 Juni 2026 | 6 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP: Indonesia Jadi Contoh Berdemokrasi Asia Tenggara

pdip-jatim-diskusi-pemilu-damai

JAKARTA – Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari, mengatakan, Indonesia masih menjadi contoh negara berdemokrasi di wilayah Asia Tenggara karena sistem Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara-negara lainnya.

“Indonesia masih jauh lebih baik. Di indonesia full (kekuatan) sipil, bahkan penyelenggara pemilu di luar kontrol negara. Negara tidak turut campur,” kata Eva dalam diskusi publik “Pemilu Damai : Masihkah Indonesia Menjadi Contoh Demokrasi di Asia Tenggara”, di Kantor Megawati Institute, Jakarta Pusat, Rabu.

Ia menjelaskan, Pemilu di Indonesia, baik itu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Presiden (Pilpres), hingga Pemilihan Legislatif (Pileg), menyerahkan sepenuhnya mandat untuk memilih pemimpin kepada rakyat.

“Tentunya disini ada peran sipil dan pers. Trend yang ada kini sudah dikaitkan dengan penyelenggaraan pemilu serentak. Berbeda dengan Thailand dan Myanmar yang masih tertutup dalam hal penyelenggaraan pemilu,” ucap Eva.

Kekuatan masyarakat sipil di Indonesia, kata dia, juga sudah lebih pintar dan bisa belajar dari kesalahan. Hal itu belajar dari pengalaman dari Pilkada DKI 2017, dimana saat itu ada pencampuradukan agama dan politik.

“Namun, saat Pilkada serentak 2018 kondisi itu sudah jauh berkurang. Jadi, bila ada yang berkata Indonesia tidak menjadi ‘role model’ dalam berdemokrasi adalah salah. Indonesia masih menjadi contoh bagi negara demokrasi di Asia Tenggara,” jelasnya.

Media, kata Eva, juga memiliki kekuatan untuk menjaga dan memberi pelajaran berdemokrasi kepada masyarakat.

“Jika keluar dari fungsinya, media justru dapat menjadi senjata untuk menghancurkan kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Tak hanya itu, para politisi juga diharapkan dapat menjadi penjaga gawang dan aparatur kepolisian juga dapat cepat tanggap, responsif, serta netral dalam pelaksanaan pemilu.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengakui, hingga saat ini bangsa Indonesia memang masih menjadi rujukan ketika membicarakan masalah Pemilu dan demokrasi.

“Negara Indonesia masih menjadi rujukan ketika membicarakan fair election. Apalagi demokrasi Indonesia merupakan negara demokrasi ketiga terbesar di dunia setelah India dan Amerika Serikat,” kata Titi.

Saat ini, tambah dia, Indonesia juga sudah dikenal sebagai negara pemilihan langsung serentak di dunia (the biggest one day election in the word dengan data pemilih tahun 2014 sebesar 187 juta pemilih). (ant)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Pemkot Madiun Apresiasi Turnamen Catur PDIP, Dinilai Gerakkan UMKM dan Lahirkan Atlet Berprestasi

Pemkot Madiun mengapresiasi Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun karena dinilai mampu ...
KABAR CABANG

Tebar 15 Ribu Benih Ikan Nila di Waduk Bendo, PDIP Ponorogo Dorong Pelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

PONOROGO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Ponorogo menggelar kegiatan penebaran 15 ...
KRONIK

Peternak Ayam Petelur Tertekan, Sonny Dorong Kementan Lakukan Langkah-Langkah Bantuan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Gelar Turnamen Catur, Tanamkan Pola Pikir Strategis ala Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Catur Piala Bung Karno 2026 sebagai upaya membumikan nilai ...
KABAR CABANG

Berangkat Pukul 04.30 dari Malang, Amelia ke Kediri untuk Melukis Bung Karno

Lomba Melukis Wajah Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menarik 171 peserta dari berbagai ...
KABAR CABANG

Dari Papan Catur, PDIP Kota Madiun Menyalakan Semangat Bung Karno kepada Generasi Muda

DPC PDI Perjuangan Kota Madiun menggelar Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC dalam rangka Bulan Bung Karno. ...