Rabu
12 Agustus 2026 | 12 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Serap Masukan Langsung dari Kampus

pdip-jatim-hasto-kuliah-umum-di-fisip-unair

pdip-jatim-hasto-kuliah-umum-di-fisip-unairSURABAYA – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kuliah umum di sejumlah universitas, merupakan upaya partainya untuk mendapatkan masukan secara langsung dari kampus.

Menurut Hasto, kampus menjadi pelopor ilmu pengetahuan untuk meningkatkan derajat kemanusiaan rakyat Indonesia.

“Di sinilah salah satu titik temu, mengapa PDI Perjuangan rajin ke kampus,” jelas Hasto, usai memberikan kuliah umum bertema Dinamika Partai Politik di Indonesia Sekarang, di kampus FISIP Universitas Airlangga (Unair), Senin (30/5/2016).

Di depan mahasiswa S1 dan S2, Hasto secara singkat mengungkapkan kesejarahan Unair yang diresmikan Bung Karno pada 10 November 1954 bertepatan dengan peringatan ke-9 Hari Pahlawan. (Baca: Hasto Beber Dinamika Parpol Terkini di Kampus FISIP Unair)

Kata Hasto, Unair menggelorakan semangat membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan. “Sebagaimana disimbolkan dalam lambang Unair, berupa Garuda yang membawa guci berisi air kehidupan, maka Unair harus menjadi sumber ilmu pengetahuan yang senantiasa kekal,” urainya.

Dalam paparannya, Hasto menjelaskan bahwa dinamika politik dalam praktik demokrasi liberal saat ini begitu banyak diwarnai kepentingan kekuasaan yang sering ditunggangi kepentingan kapital.

Jika tidak punya prinsip dan tidak punya pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945 dan sistem pemerintahan negara Indonesia, kata Hasto, maka berbagai tarik menarik dalam dinamika politik tersebut akan membikin banyak pihak bingung dan tidak punya arah.

“Atas dasar hal tersebut, maka keseluruhan dinamika politik nasional harus dibawa pada pencapaian tujuan berbangsa dan bernegara,” ujarnya. (Ini, Foto-foto Hasto Kuliah Umum di Unair)

Dia menegaskan bahwa ideologi-lah yang membuat politik pada hakikat demokrasi yang sebenarnya, yaitu terwujudnya masyarakat adil dan makmur.

Untuk membawa kehidupan politik pada watak membangun peradaban, dan memperkecil risiko transaksi kekuasaan politik yang terlalu mewarnai dinamika politik, Hasto mengusulkan 6 kriteria penting dalam menilai parpol.

Kriteria itu mencakup hubungan dengan konstituen, keuangan partai; rekrutmen anggota dan pendidikan politik, resolusi konflik, pengembangan internal partai, dan bagaimana partai mengelola pemerintahan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...