BATU – PDI Perjuangan Kota Batu kehilangan salah satu kader ideologis terbaiknya, Cahyo Edi Purnomo. Politisi senior ini berpulang pada Senin (2/2/2026) sekitar Pukul 08.00 WIB.
Berita berpulangnya Cahyo meninggalkan jejak pengabdian panjang yang menyatu antara kerja politik, kesetiaan ideologis dan keberpihakan pada rakyat.
Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan Kota Batu dan masyarakat Kota Batu.
Sebagaimana kesaksian beberapa tokoh politik Kota Batu, almarhum dikenal sebagai kader yang tumbuh, berproses, dan mengabdi sepenuhnya di PDI Perjuangan.
Dalam karier politiknya bapak dari dua anak ini pernah mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu periode 2010–2015.

Dalam karier legislatifnya ia pernah dipercaya oleh rakyat dan partai sebagai Ketua DPRD Kota Batu periode 2014–2019. Kepercayaan publik kembali terkonfirmasi ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batu periode 2019–2024.
Hingga akhir hayatnya, Cahyo Edi Purnomo masih aktif sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPC PDI Perjuangan Kota Batu periode 2025–2030.
Cahyo sendiri sebelumnya telah menjadi pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak 2005 hingga saat ini (2025-2030).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri, menegaskan bahwa almarhum adalah sosok kader dan pengurus partai yang setia, militan, dan konsisten memegang garis perjuangan.
“Beliau adalah contoh nyata kader ideologis. Dalam kondisi sakit pun, masih menyempatkan diri hadir dan mengikuti rapat partai. Kesetiaannya bukan simbolik, tetapi praksis,” ujar Saifudin.

Suasana rumah duka menjadi ruang kebersamaan ideologis. Dalam tausiyah yang digelar, tampak hadir sejumlah pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, jajaran DPC dari wilayah Malang Raya, serta tokoh politik dan tokoh masyarakat Kota Batu.
Kehadiran mereka mencerminkan penghormatan kolektif atas dedikasi almarhum dalam memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan.
Di sekitar rumah duka, deretan papan ucapan belasungkawa berdiri, salah satunya dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, sebagai penanda duka sekaligus penghormatan partai kepada kader yang telah menunaikan tugas perjuangan dengan penuh tanggung jawab.
Prosesi pemakaman dilaksanakan Selasa (3/2/2026) pagi, di Kota Batu. Kader PDI Perjuangan meyakini, pengabdian Cahyo Edi Purnomo akan tetap hidup dalam ingatan kader dan rakyat.
Ia telah menunjukkan bahwa politik bukan sekadar jabatan, melainkan jalan pengabdian yang dijalani dengan kesetiaan ideologis hingga akhir hayat. (yos/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










