Sabtu
17 Oktober 2026 | 9 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Kenang Jalaluddin Rakhmat sebagai Sosok Cendekiawan Jujur dan Toleran

pdip-jatim-Jalaluddin-Rakhmat-150221

JAKARTA – Kabar duka menyelimuti PDI Perjuangan pada hari ini, Senin (15/2/2021). Politisi PDI Perjuangan yang dikenal sebagai cendekiawan muslim, Jalaluddin Rakhmat meninggal dunia. 

Pria yang dikenal dengan sapaan Kang Jalal itu tutup usia sekitar pukul 15.45 WIB di RS Santosa Internasional Bandung, Jawa Barat. Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyampaikan ucapan belasungkawa meninggalnya Jalaluddin Rakhmat. 

“Turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya,” kata Djarot melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin. 

Djarot mengatakan, PDI Perjuangan mengenang sosok Kang Jalal sebagai pribadi yang baik, jujur, dan toleran. “Almarhum orang yang baik, jujur, toleran dan teguh pada prinsip,” ujarnya. 

Mengenang sebagai pribadi yang ramah, Djarot pun berharap agar almarhum Kang Jalal dapat diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. 

Jalaluddin Rakhmat ialah pria kelahiran Bandung 29 Agustus 1949. Dia tercatat sebagai pengajar di Universitas Padjadjaran sejak tahun 1978 hingga tahun 2014. 

Almarhum Jalaluddin Rakhmat juga diketahui merupakan politikus PDI Perjuangan. 

Dia pernah terpilih menjadi anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan periode 2014-2019. Pada waktu itu, Jalaluddin Rakhmat menjadi anggota Komisi VIII DPR RI. 

Bergabung ke Komisi VIII, rupanya sudah menjadi keinginan Jalaluddin. Ia beralasan, dengan bergabung ke Komisi VIII, ia dapat memperjuangakan terbentuknya undang-undang perlindungan agama. 

“Hal yang paling penting masyarakat harus terlindungi. Selama tidak mengganggu dan menghambat orang lain, seluruh kebebasan tidak dibatasi,” kata Jalaluddin, Senin (4/8/2014). 

Ia berharap, dengan undang-undang tersebut, tak ada lagi kisah kelompok minoritas diintimidasi dan jadi korban kekerasan. 

“Semoga ke depan tidak ada lagi peristiwa sebuah kelompok diserang atas nama agama. Oleh karena itu, kalau perlu ke Mahkamah Konstitusi agar undang-undang perlindungan agama tersebut hadir. Itu apabila ditempatkan di Komisi VIII,” ujar Jalaluddin. 

Almarhum meninggal dunia di usia 71 tahun. (*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Sri Untari: Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih Bisa Timbulkan Kegaduhan

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengingatkan Kementerian Koperasi agar mengkaji ...
KRONIK

PDI Perjuangan Gelar Pekan Sampah Nasional, Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Berguna

MALANG – PDI Perjuangan mengajak masyarakat dan komunitas di berbagai daerah menjadikan pengelolaan sampah sebagai ...
KRONIK

Hasto Ajak Anak Muda Rawat Mangrove, Pelestarian Lingkungan Harus Berkelanjutan

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak generasi muda terlibat langsung dalam ...
KRONIK

Hadiri Lomba Mewarnai Tugu Keris, Bupati Fauzi Puji Kreativitas Ratusan Anak

SUMENEP – Komunitas Lakona Lakone sukses menggelar lomba mewarnai tugu keris tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan ...
HEADLINE

Hasto Tawarkan Moratorium Hutan dan Penataan Ulang Tata Ruang untuk Atasi Karhutla

MALANG – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dua langkah mendasar untuk mengatasi ...
KRONIK

Kanang Minta Kader PDIP yang Ingin Jadi Wabup Ponorogo Perkuat Konsolidasi Lintas Partai

PONOROGO – Anggota Komisi VI DPR RI, Ir. Budi Sulistyono atau Kanang, meminta kader PDI Perjuangan yang ...