Pemerintah Kabupaten Kediri masih mengkaji penerapan kebijakan sekolah lima hari dengan melibatkan aspirasi masyarakat dan DPRD. Kajian juga mempertimbangkan keberadaan Madrasah Diniyah dan TPQ dalam pembentukan karakter peserta didik.
KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri masih mengkaji rencana penerapan kebijakan sekolah lima hari. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) menegaskan, keputusan belum diambil karena pemerintah masih menjaring aspirasi masyarakat sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.
Menurut Mas Dhito, masukan dari berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar mampu meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan kondisi sosial yang berkembang di daerah.
“Sampai saat ini masih pada tahap penyusunan kajian dan penjaringan aspirasi masyarakat, sehingga belum ada keputusan final,” ujarnya.
Selain masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kediri juga membuka ruang bagi DPRD untuk memberikan masukan terkait rencana penerapan sekolah lima hari tersebut.
Mas Dhito menjelaskan, meskipun kebijakan sekolah lima hari telah diatur melalui Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017, implementasinya di daerah tetap memerlukan penyesuaian dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah keberadaan madrasah finiyah (Madin) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang selama ini memiliki peran penting dalam pembentukan karakter serta pendidikan keagamaan bagi anak-anak.
Karena itu, pemerintah masih mencari formulasi terbaik agar peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
“Nanti kita cari formulanya, antara tetap enam hari sekolah atau lima hari sekolah, ini masih akan kita kaji,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri tersebut.
Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan setiap kebijakan yang diambil nantinya akan mempertimbangkan hasil kajian serta aspirasi masyarakat agar pelaksanaannya memberikan manfaat optimal bagi dunia pendidikan dan perkembangan peserta didik. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









