oleh

PDI Perjuangan Jatim Minta Risma-Whisnu Tak Hentikan Blusukan

-Berita Terkini-6 kali dibaca

Walikota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) berbincang dengan pedagang saat sidak di Pasar Pucang, Surabaya, Jawa Timur, Senin (22/6). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memantau harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di pasar guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/ss/aww/15SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mengingatkan pasangan calon wali kota-wakil wali kota Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana mengoptimalkan masa kampanye 27 September hingga 5 Desember 2015. Yakni dengan tidak menghentikan aktivitas blusukan menyapa warga.

“Kampanye blusukan dan mendatangi rakyat lebih nyata dibanding berkampanye konvensional,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi kepada wartawan, Jumat (2/10/2015).

Politisi yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu juga minta jajaran pengurus PDI Perjuangan mulai tingkat cabang hingga anak ranting untuk tidak berhenti menyosialisasikan visi misi pasangan Risma-Whisnu ke masyarakat.

Kalau perlu, kata Kusnadi, memanfaatkan waktu yang semakin mepet tersebut dengan tidak tidur. “Lakukan komunikasi dengan masyarakat, di mana saja,” ujarnya.

Soal pasangan Rasiyo-Lucy, Kusnadi tetap menganggap sebagai lawan yang berat. “Karena itulah kami minta seluruh pengurus solid merapatkan barisan, dan menaati perintah Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk memenangkan Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya,” ajaknya.

Sementara itu, pasangan Risma-Whisnu meresmikan posko relawan pertama di Jalan Kebangsren II RT 7 RW 3 Surabaya. Tim Pemenangan Risma-Whisnu menargetkan posko relawan semacam ini ada di masing-masing RT yang ada di Surabaya.

“Untuk posko pemenangan, nanti kita targetkan berdiri di masing-masing RW,” jelas Aprizaldy, Koordinator Media Center Tim Pemenangan Risma-Whisnu di sela acara peresmian posko relawan di Kebangsren.

Aprizaldi juga mengatakan, target suara yang dapat diraih dari sekian banyak posko di Surabaya adalah target maksimal untuk tiap titik. “Kami berharap bisa maksimal,” ujarnya.

Dalam peresmian itu, Risma mengajak warga Kebangsren agar mau bersama-sama membangun perekonomian kota. “Tahun depan, ada ribuan tamu dari 164 negara. Ini kesempatan. Siapa yang mau bisa bergabung dalam perekonomian kota,” kata Risma. (goek/*)