JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum bagi jajaran pimpinan partai di daerah untuk menegaskan kembali komitmen perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat.
Sejumlah Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan di Jawa Timur menegaskan bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut tetap solid, konsisten membela wong cilik, serta responsif terhadap persoalan kerakyatan di daerah.
Seperti disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo, Hari Yulianto, bahwa PDIP akan selalu berdiri teguh bersama rakyat dalam kondisi apa pun. Menurutnya, keberpihakan kepada kepentingan rakyat merupakan prinsip dasar perjuangan partai yang tidak boleh bergeser.
“PDI Perjuangan akan selalu teguh bersama rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam kondisi apa pun yang terjadi. Itu adalah komitmen ideologis kami,” ujar Hari Yulianto, di lokasi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim tersebut menambahkan bahwa partai juga terus menyiapkan strategi khusus untuk memastikan setiap kebijakan dan langkah politik yang diambil benar-benar sejalan dengan garis perjuangan Partai.
“Kami menyiapkan strategi khusus agar apa yang diperjuangkan dan diputuskan oleh partai benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, mengatakan, PDI Perjuangan di usia ke-53 akan semakin solid dan dicintai wong cilik. Dia menegaskan bahwa perjuangan partai harus selalu berangkat dari persoalan-persoalan nyata yang dihadapi rakyat.
“Semoga PDI Perjuangan semakin solid dan semakin dicintai oleh wong cilik. Perjuangan kita harus selalu mengedepankan persoalan kerakyatan, dan itu tidak boleh kita pungkiri,” ujar Mahfud.
Dari Kabupaten Mojokerto, Ketua DPC PDI Perjuangan Ida Bagus Nugroho menekankan peran partai sebagai kekuatan politik yang kritis terhadap jalannya pemerintahan, namun tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan konstitusi.
“PDI Perjuangan selalu memiliki sikap kritis terhadap program pemerintah, terutama jika menyangkut kepentingan rakyat,” ujar Bagus.
Ia juga menyinggung pentingnya menjaga prinsip demokrasi di daerah, termasuk dalam wacana pemilihan kepala daerah.
Sedang Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lamongan, Husen, menegaskan bahwa menjadi partai yang berjaya dan dicintai rakyat merupakan tanggung jawab moral seluruh kader. Menurutnya, kejayaan partai harus diiringi dengan kerja nyata untuk rakyat.
“Menjadi partai yang berjaya dan dicintai rakyat adalah kewajiban yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Husen.
Ia menambahkan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan di Lamongan terus didorong untuk hadir di tengah rakyat dan menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
Senada dengan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, berharap PDI Perjuangan semakin menguatkan posisinya sebagai partai wong cilik yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“PDI Perjuangan harus terus menguatkan posisinya sebagai partai wong cilik yang senantiasa berjuang untuk mensejahterakan masyarakat. Kehadiran kami adalah untuk menjawab kebutuhan rakyat,” ujar Widarto.
Ia menegaskan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan di Jember berkomitmen untuk menjadikan partai sebagai saluran aspirasi rakyat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, maupun pembangunan daerah. (yols/pr)