Minggu
19 Juli 2026 | 5 : 35

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan akan Berdayakan UMKM dan Pelaku Kesenian dalam Pilkada Kota Malang

pdip-jatim-221216-riandiana

MALANG – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, I Made Riandiana Kartika mengatakan, pihaknya akan melakukan pemberdayaan UMKM untuk kebutuhan kampanye Pilkada 2024.

Menurutnya, pelaku usaha UMKM juga berhak merayakan pesta demokrasi dalam Pilkada Kota Malang.

Terkait ini, dirinya telah berbicara dengan Hari Cahyono, bakal calon walikota yang diusung PDI Perjuangan untuk berkolaborasi dengan para pelaku usaha kecil di Kota Malang.

Saat ini, PDI Perjuangan sedang menyusun rencana kegiatan kampanye. Made menyatakan prosesnya dalam tahap penyelarasan keinginan pasangan calon (paslon) dan partai.

“Yang jelas ini adalah pesta demokrasi dan kami berharap pesta ini untuk semua termasuk UMKM di Kota Malang. Kami ingin setiap kegiatan atau kampanye kami didesain seperti pesta rakyat,” ujar Made, dikutip dari suryamalang, Minggu (8/9/2024).

Saat mendaftarkan Heri Cahyono dan Ganis Rumpoko ke KPU Kota Malang, ungkap Made, PDI Perjuangan memesan ratusan mangkok bakso. Hal seperti itu menurutnya akan dilakukan kembali saat kampanye.

“Terus pembuatan kaos atribut dan lain-lain. Saya sudah sampaikan ke HC dan Ganis agar jangan tergantung pada perusahaan besar saja. Semua rata. Itu bagian dari upaya kami merangkul. Pemasangan juga diserahkan kepada masyarakat jadi tidak tergantung pada satu atau dua orang saja,” paparnya.

“Intinya sepakat Kami ingin menggerakkan perekonomian di kota Malang muaranya semua kan peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat sehingga masyarakat bisa merasakan efek dari Pilkada 2024 Kota Malang, termasuk pelaku kesenian,” sambung dia.

Menurut Made, pelaku kesenian juga harus diberikan ruang. Di masa Pilkada 2024, para pelaku kesenian membutuhkan ruang untuk tampil. Penampilan kesenian itu selain meramaikan Pilkada juga menghibur masyarakat.

“Grup Jaranan dan Bantengan, mereka terbuka untuk tampil. Biarkan menjadi penghibur masyarakat dan tidak berpihak ke mana-mana,” kata Made.

Kelompok kesenian, komunitas, ataupun masyarakat tidak perlu dipolitisir. Made menginginkan kelompok masyarakat bisa berada di posisi yang berimbang, sekalipun mereka punya pilihan. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Menumbuhkan Spirit Gotong Royong Melalui Turnamen Voli Piala Kades Sumbersuko, Lumajang

LUMAJANG – Lapangan Voli Brajamusti di Desa Sumbersuko, Lumajang, menjadi saksi riuh rendahnya ratusan warga yang ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Tegaskan Car Free Day Surabaya Harus Bebas Pungli

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kawasan Car Free Day harus bebas dari pungutan liar. Pemkot menggandeng ...
KRONIK

Rano Karno: Si Doel, Kudatuli, dan Utang Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan

Dalam peringatan 30 tahun Kudatuli, Rano Karno menyebut perjalanan politiknya tak lepas dari perjuangan para korban ...
LEGISLATIF

DPRD Jember Minta Pemkab Bangun Sistem Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto meminta Pemkab Jember membangun sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. ...
HEADLINE

PDIP Bakal Resmikan Monumen Kudatuli, Simbol Perjuangan Demokrasi dan Tolak Kekerasan Negara

PDI Perjuangan akan meresmikan Monumen Kudatuli pada 27 Juli 2026 sebagai simbol penghormatan terhadap pejuang ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Organisasi Pencak Silat Kedepankan Rasaning Ati dan Persaudaraan

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi mengajak seluruh organisasi pencak silat mengedepankan rasaning ati, menjaga ...